Tentang Darut Taqrib

“Kemudian jika mereka mendebat kamu tentang kebenaran Islam, maka katakanlah: Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan demikian pula orang-orang yang mengikutiku. Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi petunjuk. Dan jika mereka berpaling maka kewajibanmu hanyalah menyampaikan ayat-ayat Allah. Dan Allah Maha melihat akan hamba-hamba-Nya.” (Qs Ali Imran: 20)

Beranjak dari keprihatinan struktural, keprihatinan ideologis dan keterpesonaan terhadap peradaban barat yang kerap kali menumbuhkan sikap ambivalens umat Islam terhadap para santri, ulama dan bahkan lembaga-lembaga nonformal Islam lainnya. Upaya menghapus penilaian yang demikian ini diperlukan adanya perubahan secara metodologis dalam pendidikan agama.

Seringkali terjadi kesenjangan dan miskomunikasi antara masyarakat ilmuan, masyarakat umum dan santri hanya karena masalah-masalah yang tidak prinsip, hingga yang sekarang ini terjadi, pelecehan terhadap ulama, para santri dan kemudian Islam. Sebagai sebuah lembaga pendidikan Islam dan sosial kemasyarakatan, yayasan DARUT TAQRIB berkewajiban untuk membenahi pemikiran ini dengan mengadakan berbagai program pendidikan, ekonomi dan sosial.

TUJUAN

  1. Meningkatkan pemahaman dan penalaran masyarakat serta pemuda muslim terhadap ajaran Islam.
  2. Mengubah kesadaran masyarakat dan generasi muda Islam untuk tanggap dan bertanggung jawab terhadap permaslahan umat sekarang dan yang akan datang.
  3. Meningkatkan kesadaran generasi muda Islam dalam memegang dan mengamalkan nilia-nilai Islam demi masa depan umat yang lebih baik.
  4. Menciptakan suasana intelektual generasi muslim yang dijiwai oleh semangat aktualisasi niali Islam dalam rangka merangsang jiwa berdedikasi terhadap masyarakat, bangsa dan agama.
  5. Membantu masyarakat ekonomi lemah untuk dapat menikmati pendidikan secara umum, dan kehiduapan yang lebih baik.

SASARAN

  1. Masyarakat muslim secara umum.
  2. Generasi muda Islam.
  3. Para aktivis.
  4. masyarakat ekonomi lemah.

TARGET

  1. Terciptanya persatuan antar umat Islam.
  2. Terciptanya semangat dakwah dalam jiwa masyarakat dan pembentukan kepribadian upaya menggali ajaran-ajaran Islam dan Ahlul Bait yang lebih jauh.
  3. Terbentuknya pemahaman masyarakat terhadap madzhab Ahlul Bait secara objektif dan tidak apriori.
  4. Terbentuknya sikap saling  menghormati dan menghargai perbedaan pendapat dan paham.