Alumni SITKI III Siap Sebar Virus Cinta Kasih

Bantul, Darut-Taqrib.org – Setelah sepuluh hari berkumpul dan saling berdiskusi, alumni SITKI III bertekad untuk terus menebarkan kedamaian, cinta, dan kebaikan kepada sesama. Program yang di-gawe Pusat Studi Agama-Agama Fakultas Teologi Universitas Kristen Duta Wacana itu memang berakhir pada hari Selasa (6/8/19), setelah dibuka pada hari Minggu (28/7), namun semangatnya akan terus digemakan para peserta yang terdiri dari berbagai macam aliran dan mazhab, baik dalam kristen maupun islam.

SITKI sendiri merupakan singkatan dari Studi Intensif Tentang Kristen Islam. Kegiatan ini bertempat di Rumah Budaya Tembi, Bantul, DIY. Tidak hanya membahas tentang teologi serta kehidupan sosial umat kristen dan islam, para peserta juga saling memperkaya dalam ranah spiritual dan pengalaman keagamaan. Ekskursi ke Gereja Katolik Hati Kudus Ganjuran dan ke Makam Maulana Maghribi di daerah Bantul, serta program live-in selama 2 malam di gereja (bagi peserta muslim) dan di pesantren (bagi peserta kristen) termasuk agenda inti kegiatan ini.

Pendeta Wahyu Nugroho, selaku koordinator acara, mengungkapkan bahwa salah satu keistimewaan kegiatan ini adalah para peserta dapat meng-obrolkan keyakinan mereka secara terbuka, dalam bentuk formal maupun non-formal. Namun, beliau menyebutkan, pertemuan secara informal justru memiliki impact yang lebih kuat. Dengan pertemuan langsung inilah, para peserta maupun masyarakat yang terlibat mampu menghapus prasangka-prasangka dan mampu menerima sang liyan dengan hati yang tenang.

Ja’far Shodiq, salah seorang peserta dari Jepara, mengungkapkan bahwa klaim-klaim negatif yang selama ini ada di kepala bisa teruraikan lewat program live in. Dia pun berharap, selepas kegiatan ini, mampu menjadi pribadi yang selalu menaburkan cinta kepada sesama dan senantiasa menanamkan sikap peduli terhadap sesama dalam diri sendiri.

Pendeta Pardomuan Sihombing, salah satu peserta, berkata, “Mari kawan-kawanku protestan, sunni, injili, ahmadiyah, pentakosta karismatik, dan syiah, kita merayakan perbedaan ini. Perbedaan adalah keniscayaan yang memerdekakan jiwa, pikiran, dan tindakan, serta memberi bunga-bunga yang hidup, indah dan harum semerbak.” Beliau lantas mengajak kepada seluruh peserta untuk menebarkan semangat SITKI III yaitu, “Belajar dari Perbedaan dan Saling Memperkaya.” (DarutTaqrib/Farazdaq/Adrikna!)

No Response

Leave a reply "Alumni SITKI III Siap Sebar Virus Cinta Kasih"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.