Habib Abdillah Ba’bud: Kecintaan Kepada Ahlulbait Nabi Sudah Lama Ada Dalam Kebudayaan Nusantara

Kecintaan pada Keluarga nabi Muhammad Saw sudah tertanam kuat dan cukup lama dalam kebudayaan lama nusantara. Nama-nama seperti Muhammad, Ali, Fatimah, Hasan dan Husain merupakan pribadi-pribadi mulia yang sudan lama diketahui dan dekat dengan budaya nusantara.

Hal itu disampaikan Habib Abdillah Ba’bud dalam acara peringatan kelahiran Sayyidah Fatimah az Zahra yang diselenggarakan akhwat Fatimiyyah dan juga dihadiri ketua tanfidhiyyah MWC NU Kecamatan Bangsri dan Bupati Kabupaten Jepara, KH. Ahmad Marzuki S.E. Di gedung PGRI, Ahad (3/03/2019).

“Fatimah merupakan salah satu pribadi mulia yang masuk dalam ajian atau bacaan aji-aji limo. Salah satu bacaan dalam kultur budaya kita agar tethindar dari marabahaya dan ancaman dengan membaca aji-aji limo.” Papar Habib dari Jawa Timur itu.

Aji-aji limo yang dimaksud adalah li khomsatun uthfi biha, harol wabail hatimah, Al Musthofa wal Murtadho, Wabna huma wal Fatimah.

“Arti dari ajian itu adalah aku memiliki lima perkara, yang dengannya tempat berlindung dari marabahaya, Al Musthofa (nabi Muhammad) dan Al Murtadha (Imam Ali), kedua putranya (Hasan dan Husain) dan Sayyidah Fatimah,” Imbuhnya.

Menurut Habib Abdillah, ajian itu sering dibaca oleh orang dulu agar terhindar dari malapetaka dan bahaya yang mengancam.

“Dengan diperingati kembali hari lahirnya Sayyidah Fatimah, kita mengenang kembali pribadi mulia dalam aji-aji limo yang mulai dilupakan orang,” lanjutnya dihadapan ratusan hadirin yang datang dari berbagai kota di Jawa Tengah itu.

Siapakah Fatimah? kenapa nama Fatimah masuk dalam aji-aji limo? “Karena keberadaan ahlul bayt nabi adalah paku bumi, agar bumi tidak digulung oleh bencana yang akan datang,” Tuturnya.

Di akhir ceramah Habib Abdillah membaca hadis dari sayyidah Fatimah dan meminta hadirin untuk memberikan perhatian terhadap ajaran mulia itu. “Dalam sebuah hadis, Sayidah Fatimah mengatakan bahwa ada tiga hal yang aku cintai dari dunia kalian: Pertama, membaca kitab Allah Al-Quran. Kedua, melihat wajah Rasulullas Saw dan yang terakhir berinfak di jalan Allah swt,” Tambahnya.

Menurutnya, putri Nabi memberikan teladan kepada kita bahwa mencari dunia itu penting tapi yang lebih penting diinfakkan di jalan Allah tidak sekedar habis untuk dimakan. (DarutTaqrib/Ahlulbaitindonesia.or.id/Adrikna)

No Response

Leave a reply "Habib Abdillah Ba’bud: Kecintaan Kepada Ahlulbait Nabi Sudah Lama Ada Dalam Kebudayaan Nusantara"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.