Ceramah Ustad Miqdad Pada Peringatan Milad Sayyidah Fatimah

Malam Rabu kemarin, (27/02/2019) pesantren Darut Taqrib mengadakan peringatan kelahiran atau milad putri Rarulullah Saw, Sayyidah Fatimah Azzahra as.

Dalam acara yang diadakan di masjid Imam Mahdi komplek pesantren itu, Ustad Miqdad Turkan selaku pengasuh pesantren memberikan ceramah sekaitan tentang keutamaan dan kemulian ibunda Hasan dan Husain itu.

Berikut poin-poin ceramah yang disampaikan:

– Kita sering memperingati wiladah (kelahiran) atau syahadah (haul) keluarga nabi, tujuannya untuk memahami dan mengetahui keagungan mereka, karena mereka orang-orang shaleh. Pengenalan itu bukan sekedar mengenal secara fisik semata, namun agar bisa meneladani langkah hidup mereka. Berangkat dari pemahaman lalu pengenalan, agar mendapatkan cinta dan akhirnya bisa meneladani.

– Kita tidak bisa mengenal fatimah secara utuh, karena dia bukan manusia biasa tapi bidadari berwujud manusia “hauro insiyyah” sebagaimana disampain oleh Rasulullah dalam hadisnya. Fatimah adalah cahaya ilahiah di bumi, maka yang bisa mengenalnya dengan baik dan utuh kecuali penciptanya dan mereka yg memiliki kemuliaan yang sama dengan mereka.

– Dalam berziarah kepada Sayyidah Fatimah, imam Jafar mengucapkan kalimat: Ya Allah sampaikan shalawat dan salam kepada Fatimah putri Nabi (bintu nabi), kepada suami kekasih Allah (waliyulloh; Imam Ali as) dan ibu dari dua pemuda pemuka surga (al Hasan dan al Husain).

– Fatimah sebagai bintu nabi adalah sebuah kemuliaan yang tidak bisa disangkal. Begitu juga sebagai suami dari kekasih Allah, ibunda hasan dan Husain yang keduanya merupakan penghulu pemuda surga.

– Tapi karakter Fatimah bisa kita teladani. Seperti meski Fatimah anak dari nabi tapi kasih sayang seorang anak kepada orang tua itu yang harus kita teladani. Karena bukan sekedar ayah, namun ia mengetahui siapa ayahnya dan bagaimana posisi seorang nabi di mata Fatimah, bukan sekedar kedudukan nasabi. Nabi di mata Fatimah Sebagai seorang Rasul dan nutusan Allah memiliki posiis iatimewa dikarenakan keimanannya.

Seberapa besar kecintaan kita kepada ayah dan ibu kita? Kenapa kadang kita sombong ketika sudah membantu orang tua? Padahal seorang anak tidak akan mampu membalasa jasa kedua orang tua?

– Fatimah sebelum mendidik anak-anaknya adalah pertama berhasil mendidik dirinya dan membentuk karakternya. Maka tak heran jika anak-anaknya adalah orang-orang besar dan hebat. Pengabdiannya kepada ibu dan ayahnya yang membuat anak-anaknya berbakti kepada kedua orang tuanya.

– Setiap malam jumat sampai terbit fajar, Fatimah selalu bedoa dan mengisi malamnya dengan beribadah dan mendoakan tetangga-tetangganya. Imam Hasan yang merasa heran bertanya: “wahai ibu kenapa semua tetangga engkau doakan sedangkan keluarga sendiri tidak? Fatimah menjawab; “Tetangga baru kita.” (Al jar tsumma Dar)

– Teladan yang dilakukan Fatimah itu artinya bisa ditiru dan diikuti. Seharusnya manusia mampu mempraktekan teladan itu, karena jika contoh ada kemudian tidak bisa diikuti maka percuma saja ada

– Fatimah sebagai seorang istri, sebagai istri dari kekasih Allah tidak ada saingan. Namun ia juga melaksanakan kewajiban sebagai seorang istri yang memasak dan mengurus rumah, tak jarang sampai kecapaian dan sakit

– Bilal pernah terlambat ikut shalat subuh berjamaah dikarenakan membantu Fatimah mengiling gandum, sedangkan Fatimah mengasuh Hasan dan Husain masih kecil.

– Imam Ali pernah memuji Fatimah dengan mengatakan: “Setiap aku melihat wajah Fatimah, maka semua kesumpekan dan tekanan kehidupanku menjadi hilang.”

– Teladam lain, rumah Fatimah sendiri miskin dan membutuhkan, namun menjadi tempat berlindung bagi orang-orang miskin dan membutuhkan.

-Keberadaan Fatimah adalah sebagai penghubung kenabian dan imamah. Itulah posisi penting penting yang diemban putri kinasih nabi itu. (DarutTaqrib/Adrikna)

No Response

Leave a reply "Ceramah Ustad Miqdad Pada Peringatan Milad Sayyidah Fatimah"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.