Sinkronisasi EMIS Online di Pesantren Darut Taqrib

Pesantren Darut Taqrib menjadi tuan rumah acara sinkronisasi EMIS Online pondok pesantren, pada Selasa (17/12).

Acara yang diprakarsai Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) itu melakukan pendampingan bagi pesantren yang belum terdaftar secara online di kementerian agama.

Pengasuh Pesantren Darut Taqrib, Ustad Miqdad Turkan sangat berterima kasih atas kedatangan sekitar 32 pesantren region III itu, yaitu dari kecamatan Jepara, Tahunan dan Wedung.

“Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan FKPP menggelar pertemuan di pesantren kami. Meskipun pesantren kami bermazhab Syiah namun hendaknya tidak memperbesar perbedaan mazhab namun mengedepankan persamaan sebagai sesama Muslim,” katanya.

Menurut Ustad Miqdad, kehadiran para kyai dan asatid adalah upaya membangun ukhuwah. Meskipun beda mazhab tapi bisa duduk bersama.

“Dengan ukhuwah kita hidup bersama meskipun berbeda. Musuh takut dengan persatuan Sunni dan syiah,” lanjutnya.

Pesantren Darut Taqrib, lanjut kyai asal Bangsri ini, sering menjadi objek penelitian dari Kemenag pusat maupun Jawa Tengah, kalangan universitas dan berbagai kalangan.

“Memahami Syiah tanpa harus menjadi Syiah, karena yang paling penting adalah saling taaruf saling mengenal. Pesantren kami terbuka bagi siapa saja, perpustaakan milik kami memiliki buku-buku yang bisa dijadikan rujukan untuk mengetahui mazhab Ahlul Bait,” lanjutnya.

Paling penting menilai sesuatu itu dengan dasar pengetahuan dari pada tanpa pengetahuan, pungkasnya.

Sementara itu ketua FKPP, Kyai Roshif Arwani dalam sambutannya menyebutkan bahwa pertemuan pagi itu merupakan wujud nyata ukhuwah islamiyah, watoniyah dan insaniyah/ basyariyah.

“Kita sesama Muslim adalah satu kesatuan dalam naungan Republik Indonesia, meskipun beda mazhab tetap dalam bingkai NKRI,” kata pengasuh pesantren An Nur Mangunan itu.

Menurutnya, penting bagi bangsa Indonesia khususnya para ulama dan asatid menjaga persatuan, karena jika ulama retak maka retaklah Indonesia.

“Mari berstau bergandengan tangan tetap dalam NKRI.
Sebab kemajuan NKRI didukung oleh persatuan Indonesia,” lanjutnya.

Kyai Roshif juga berterima kasih, mewakili para pengasuh pesantren kepada Kemenag Kabupaten Jepara yang berupaya agar pesantren di Jepara tertib adminiatrasi.

“Untuk itu kami sangat bersyukur kepada Kemenag, khususnya pak Mizan,” pungkasnya. (DarutTaqrib/Adrikna)

No Response

Leave a reply "Sinkronisasi EMIS Online di Pesantren Darut Taqrib"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.