Orang Tua Adalah ‘Tuhan’ Yang Terlihat

Pepatah Madura mengatakan,”Oreng tua jeria Pangeran se katon”, artinya adalah orang tua adalah Tuhan yang tampak.

Mengapa bisa demikian? Apakah orang Madura menafika bahwa Allah itu tidak nampak ataukah mereka menuhankan orang tua?

Tentu maksudnya tidak demikian, orang Madura berpedoman pada apa yang telah disabdakan oleh Rasulullah SAW,”ridho Allah terdapat pada ridho orang tua dan kemurkaan Allah terdapat pada orang tua pula”.

Maksud yang ingin mereka sampaikan dalam kata-kata itu adalah agar kita sebagai anak bisa menjadi orang yang patuh kepada Allah melalui kepatuhan terhadap orang tua. Karena bagaimana mungkin seseorang dapat patuh kepada Allah jika kepada yang merawatnya sedari kecil saja dia tidak mampu ? Dan tentunya juga agar kita  memuliakan orang tua sebagaimana mestinya.

Hikmah lain, pada saat masih kecil  kita beranggapan bahwasanya segala sesuatu yang kita peroleh adalah dari orang tua, seakan-akan menganggap orang tua seperti ‘Tuhan’ yang memberi apa saja yang di inginkan hamba-Nya.

Namun setelah dewasa dan dengan akalnya berpikir sempurna, barulah sadar bahwa Allahlah yg memberi segalanya bukan orang tua.

Oleh karena itu, selagi bisa kita kembali ‘menuhankan’ orang tua, maksudnya menaati dan menghormati mereka. Jangan sampai seperti Kan’an, anak nabi Nuh as  yang durhaka kepada orang tuanya dan akhirnya mendapatkan adzab dari Allah SWT. (DarutTaqrib/Sajjad/Adrikna!)

No Response

Leave a reply "Orang Tua Adalah ‘Tuhan’ Yang Terlihat"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.