Seperti Apakah Isra Mikraj Nabi Muhammad Saw? Begini Penjelasannya.

Isra mikraj adalah mukjizat keilmuan dan amalan yang dimiliki Rasulullah Saw. Yang dialami beliau karena tingginya penghambaan beliau kepada Allah SWT. Ayat-ayat Al-Quran dan juga hadis-hadis Nabi Saw. menganggap hal itu sebagai peristiwa yang agung.

Apa yang dilihat oleh Nabi selama melakukan mikraj juga dapat dilihat oleh para Salik (penempuh jalan ruhani), tentunya dengan perbedaan kualitas dalam penampakan.

Jika kita telisik banyak hal yang bias kita pelajari dari peristiwa mikraj tersebut. Seperti Apakah mikraj itu terjadi sewaktu Nabi sedang tidur atau terjaga? Apakah mikraj itu dialami oleh ruh saja atau oleh ruh dan juga tubuh Rasulullah? Kemana Isra mikrajnya Rasulullah itu, apa yang dilihat oleh beliau, dan apa yang dibawa olehnya? Dan mengapa Rasulullah melakukan mikraj?

Ayat-ayat al-Quran secara pasti telah menjelaskan tema-tema mikraj. Rasulullah telah melakukan dua jenis mikraj yaitu, pertama, mikraj di bumi yaitu dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqso.Kedua, mikraj dari Masjidil Aqso ke Sidratul Muntaha.

Mikraj kategori pertama di ceritakan dalam surah Al-Isra’ dan mikraj kedua disampaikan dalam surah An-Najm.

Yang pertama kali akan dibahas adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW. yang disampaikan oleh surah Al-Isra’; ‘Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqso yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami……, (QS. Al-Isra’: 1)

Rasulullah seperti manusia-manusia lain memiliki ruh dan tubuh. Beliau melakukan mikraj dengan jasmani dan ruhaninya. Allah sendiri mengatakan, ‘Asrà bí’abdihi (Ia telah mengisra’kan hamba-Nya). Ia tidak mengatakan ruhnya saja, karena Àbdun (hamba) adalah gabungan dari jasmani dan ruhani.

Menurut Allamah Thaba-Thabai, beliau berpendapat, “bukan suatu kebanggaan kalau mikraj itu terjadi sewaktu tertidur, sebab kalau begitu setiap orang bisa memimpikannya.” Sebagaimana yang Allah firmankan,”Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-nya ( Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqso.” Ayat ini dengan jelas menyatakan bahwa isra’ ini dijalani ketika Nabi dalam keadaan terjaga.

Ada riwayat dari Aisyah,” Bahwa kepala Rasulullah Saw. tidak pernah lepas dari bantalnya.” Hadis ini tidak bisa diterima selain itu hadis ini cacat dari sisi historis juga mengandung berbagai interpretasi.

Dan menurut data sejarah, Aisyah itu menjadi istri Rasul Saw. pasca hijrah ke Madinah, sementara peristiwa mikraj yang dibicarakan oleh surah Al-Isra’ dan An-Najm itu diturunkan di Mekah.

Adapun dari sisi matan, tidak bisa diterima juga bahwa Rasul melakukan mikrajnya dalam keadaan tertidur, perjalanan agung ini kalau dialami sewaktu tidur bertentangan dengan Al-Quran dan riwayat-riwayat yang lain. (Daruttaqrib/AliRodhi/Adrikna!)

*Dari Buku Nabi SAW Dalam Al-Quran Karya Syekh Jawadi Amuli.

No Response

Leave a reply "Seperti Apakah Isra Mikraj Nabi Muhammad Saw? Begini Penjelasannya."

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.