Dan Tuhan Pun Cemburu

No comment 300 views

Kata cemburu tidak asing bagi telinga kita, kita sudah sering mendengarnya. Pastinya, dalam kehidupan ini kita pernah merasakan rasa cemburu. Ya, rasa cemburu seakan-akan tidak bisa terpisahkan dari manusia meskipun tentunya kita harus tetap menjaga kehormatan diri dan keluarga dari rasa cemburu yang membahayakan.

Sifat cemburu dalam segi makna hampir menyamai sifat iri, akan tetapi sifat cemburu lebih condong pada hal-hal positif, sedangkan sifat iri lebih condong pada hal-hal negatif.

Dengan rasa cemburulah dapat mendorong manusia ke dalam kebaikan. Misalnya Ahmad cemburu dengan akhlak mulia dan keimanan yang dimiliki Ibrahim, dengan kecemburuannya inilah yang mendorong Ahmad berusaha sekuat tenaga untuk menyamai bahkan melebihi akhlak mulia yang dimiliki Ibrahim.

Rasa cemburu adalah rasa yang dimiliki semua manusia, bahkan rasa cemburu adalah akhlak yang sangat tinggi. Oleh karena itu para Nabi, pada Imam dan pecinta kebenaran rasa ceburunya sangat tinggi.

Rasulullah SAW bersabda: “Ayahku ibrahim adalah seorang pencemburu dan aku lebih cemburu darinya, semoga Allah menghinakan siapa saja dari kaum mukmin yang bukan pencemburu.”

Dan riwayat dari Imam Ja’far Shodiq as disebutkan: “Allah adalah pencemburu dan Allah mencintai setiap orang yang pencemburu. Dari kecemburuan itu Dia melarang perzinahan, baik yang terbuka maupun tersembunyi.”

Semoga kita termasuk orang yang pencemburu sebagaimana cemburunya para nabi dan orang-orang Saleh. (DarutTaqrib/Ikhsan &Rodiyanto/Adrikna!)

No Response

Leave a reply "Dan Tuhan Pun Cemburu"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.