Tokoh Agama Sekabupaten Jepara Sepakat Dukung Polri Perangi Hoax

Tokoh-tokoh agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jepara bersama Polres Jepara dan Kodim 0719 Jepara sepakat untuk memerangi hoax dan ujaran kebencian. Deklarasi tersebut dihelat pada Sabtu malam, 10/3, di Pendopo Alit Rumah dinas Wakil Bupati Kabupaten Jepara.

Ketua FKUB, KH. Dr. Mashudi, meminta agar para pemuka agama meningkatkan kerukunan antar umat beragama, jangan mudah termakan hoax. Dr. Mashudi yang juga ketua MUI kabupaten Jepara itu mengapresiasi Polri dan meminta masyarakat agar mendukung Polri dalam memberantas penyebar hoax.

‘Para tokoh agama perlu meningkatkan silaturahmi, menyatukan pikiran guna menghilangkan saling curiga,’ katanya.

Sementara itu, Kapolres Jepara, AKBP Yudianto Adhi Nugroho dalam sambutannya mengkhawatirkan maraknya medsos yang makin tidak sehat karena tidak digunakan untuk kebaikan. “Medsos digunakan untuk menebar fitnah, hoax dan permusuhan. Ini tidak benar,’ katanya.

Hal senada disampaikan Kodim 0719 yang diwakili oleh Kasdim Mayor Inf. Habibi. Habibi mengajak peserta yang hadir agar belajar dari kehancuran di Suriah, afganistan, Libya dan Irak. ‘Negara-negara tersebut menjadi Negara gagal dan hancur karena persinggungan antar agama dan ras yang dipicu hoax.’ Katanya.

 

Habibi menambahkan, pendahulu bangsa dahulu membangun negara dengan mengesampingkan ego sektoral, membangun negara dengan tidak memandang perbedaan agama, suku, dan ras.

Wakil Bupati Jepara Dian Kristiandi dalam sambutan yang dibacakan Asisten satu, Drs. Suhud juga mengatakan bahwa Menurutnya, kewajiban melawan hoax lebih berat daripada melawan terorisme dam radikalisme. Karena hoax seperti musuh tanpa bentuk, menyasar siapa saja di dunia maya melalui gadget.

Dalam sesi Tanya jawab, disepakati perlunya menggelar acara informal, seperti olah raga bersama, menggelar kemah dan lain sebagainya.

No Response

Leave a reply "Tokoh Agama Sekabupaten Jepara Sepakat Dukung Polri Perangi Hoax"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.