Syeikh Hakim Ilahi: Tirulah Nabi Dalam Susah Maupun Senang

Pembicara kedua di acara peringatan Maulid Nabi Muhammad 1439/2017 di Pesantren darut Taqrib adalah direktur Islamic Cultural Center (ICC) Jakarta, Hujjatul Islam Syeikh Hakim Ilahi dan diterjemahkan oleh Ustad Hafid Al Kaff.

Acara yang dimulai dengan pembacaan maulid Nabi dan dihadiri oleh kaum muslimin dari Ahlu Sunnah dan Syiah tersebut berjalan dengan hikdmat. Serasa nabi hidup dalam hati kaum muslimin, yang  akan melahirkan persatuan dan kedamaian dalam keseharian.

Berikut poin-poin ceramah syeikh Hakim:

  1. Kita berada di pesantren Darut Taqrib, pesantren untuk saling merangkul dan saling mendekatkan. Karena umat Islam saat ini  perlu saling mendekatkan diri dengan penganut agama samawi maupun berbagai mazhab di dalam Islam.
  2. Surat Adhuha, sebagian mengataakan Makiyah (turun di Makkah) ada sebagian juga mengatakan Madaniyah (turun di Madinah). Namun jika kita teliti surat ini termasuk Makiyah. adalah surat yang Allah turunkan teruntuk nabi Muhammad Saw.
  3. Asbabun nujul surat ini adalah suatu saat wahyu terputus beberapa hari hingga Nabi Saw bersedih, kemudian turunlah surat ini untuk menghibur Nabi.
  4. Setidaknya ada tiga poin penting dari Surat ini. Pertama dimulai dengan dua sumpah Allah, sumpah Allah menurut para mufassir tanda dari agung dan pentingnya kandungan suatu surat. “(1) Demi waktu matahari sepenggalahan naik, (2) dan demi malam apabila telah sunyi (gelap),”
  5. Kedua bagaimana Allah Swt memberikan perhatian yang besar kepada Rasulullah. “(3) Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci” kepadamu. (4) Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan). (5) Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu , lalu (hati) kamu menjadi puas. (6) Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu ? (7) Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk. (8) Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan. (9)”
  6. Ketiga ada beberapa hal strategis yang diminta oleh Allah kepada Rasulullah dan harus menjadi perhatian kita sebagai umat beliau dalam meniru akhlak nabi. “Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. (10) Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya. (11) Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan.”
  7.  Pelajaran penting lainnyta, dalam kehidupan kadang sedih yang datang kadang pula senang menghampiri, begitu juga sang Nabi.
  8. Jika kita meniru perilaku Rasulullah, maka sedih dan senangnya harus seperti beliau. Sedih dan senang tentang akhirat, sesuatu yang lebih penting dari sekedar urusan dunia. seperti nabi bersedih karena wahyu terhenti. Nabi merindukan sapaan dari Allah dan kedatangan malaikat Jibril as. (DarutTaqrib/Adrikna!)
No Response

Leave a reply "Syeikh Hakim Ilahi: Tirulah Nabi Dalam Susah Maupun Senang"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.