Kapolres Jepara, Waspadai Pemecah Belah Bangsa

Kapolres Jepara  yang baru AKBP Yudianto Adhi Nugroho SIK menggelar silaturahmi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda kabupaten Jepara, Rabu (17/5). Acara yang di laksanakan di Restoran Maribu Jepara itu dalam rangka memperkokoh bangunan kemitraan Polri  dengan masyarakat  dan untuk menjaga kondusifitas wilayah kabupaten Jepara

Dalam sambutannya, Yudianto  menyinggung pentingnya menjaga dan memperkokoh persatuan dari rongrongan musuh Negara dan pihak asing yang ingin merusak bangsa Indoneisa. “Perkembangan geopolitik dan geostrategic  dunia menjadikan Indonesia sebagai target bersama negara-negara adidaya dunia.  Amerika,  Cina,  Rusia  dan negara-negara lain menjadikan kekayaan alam Indonesia sebagai incaran. “

Acara tersebut dihadiri tokoh-tokoh penting yang ada di Jepara. PCNU Jepara, PD Muhammadiyah, ketua MUI, KNPI, ABI Jepara, Banser NU, Kokam Muhammadiyah, Fatayat NU, rektor UNISNU, PMII Jepara, ketua DPRD Jepara, tokoh agama Kristen, Hindu dan Budha.

Menurutnya, agen-agen asing  menggunakan cara-cara yang paling gampang dan murah dalam merusak suatu negara, yaitu menjadikan kondisi Negara tidak kondusif , chaos dan kerusuhan.  Seperti yang terjadi di Suriah, Irak dan Negara-negara Timur Tengah.

“Irak dan Suriah memiliki kekayaan alam yang luar biasa besar maka mereka menjadi target sasaran kekacauan,  kerusuhan dan perang sodara sesama mereka sendiri, begitu juga Indonesia dalam bidikan yang sama,” tandasnya.

Apa yang terjadi di Pilkada DKI, tambahnya, menjadikan Indonesia berada di titik nadir.  Jika hal serupa terjadi di daerah-daerah, saling usir antar anak bangsa terjadi di beragai tempat,  tentu akan terjadi aksi balasan dan akhirnya kesatuan Indonesia menjadi korban.

“Jika perang saudara terjadi, sesama saudara sebangsa saling serang, bangsa terpecah maka musuh bangsa inilah yang akan bertepuk tangan. Dan akhirnya kekayaan alam kitalah yang akan dirampas seperti di Suriah dan Irak.” Tambahnya.

Solusinya, menurut Kapolres yang baru bulan April dilatik itu, bibit pepecahan dan saling curiga harus segera diantisipasi secepatnya, jangan sampai berlarut.  Segera akhiri kebencian, rasa curiga antar anak bangsa maupun antar agama. “Karena intelejen asing sudah menysup ke  berbagai elemen bangsa, semua lapisan sudah disusupi. Kita tahu bahwa pangkalan militer Amerka sudah mengelilingi Indonesia, mereka ada di Filipina, Singapura dan Australia.”

Yudianto juga mengingatkan agar mewaspadai ajakan yang menghasut, jangan teejebak agen-agen asing yang ingin memecah belah bangsa. Harus sadar bahwa bangsa ini digiring ke titik perang saudara.

“Kita dijauhkan dari sikap asli bangsa Indonesia yang biasanya kompak, saling menghormati dan gotong royong. Maka kembalilah ke jati diri bangsa, Bhineka Tunggal Ika, jalin kebersamaan dan tinggalkan saling benci.”

NKRI Harga mati! pungkasnya.

Acara diakhiri dengan deklarasi dan penandatanganan kesepakatan bersama, menjaga persatuan dan keamanan kabupaten Jepara. (DarutTaqrib/Adrikna!)

 

No Response

Leave a reply "Kapolres Jepara, Waspadai Pemecah Belah Bangsa"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.