Menghidupkan Malam Nisfu Sya’ban di Darut Taqrib

“Malam Nisfu Sya’ban adalah setara dengan malam Lailatul Qadr, dimana pada malam itu kita diperintahkan untuk bermunajat oleh Allah Swt, begitu juga malam ini. Sesiapa yan bermunajat pada malam itu maka Allah enggan untuk menolak munajat tersebut.” Itulah salah satu keutamaan malam Nisfu Sya’ban yang diriwayatkan dari Rasulullah Saw dalam ceramah ustad Miqdad Turkan pada acara peringatan Nisfu Syaban dan Milad Imam Mahdi (11/05/2017) di halaman Pondok Pesantren Darut Taqrib, Jepara.

Malam Nisfu sya’ban bukan hanya mulia karena derajatnya setara dengan malam Lailatul Qadr, akan tetapi tepat pada hari itu juga Imam Mahdi dilahirkan dari rahim suci sayyidah Nargis, sang putri dari raja Romawi.

Dua hal itulah yang membuat malam Nisfu Sya’ban manjadi mulia bagi kaum Muslimin, khususnya bagi Syiah. Lanjut Ustad Miqdad.

Kita sekarang berada pada jaman ghaib kubro (zaman di mana Imam Mahdi di ghaibkan kembali sejak umur 63 hingga kini dalam keyakinan muslim Syiah), lalu apakah yang harus kita lakukan pada masa penantian ini?

”Dalam penantian kita ini, kita haruslah melakukan tiga hal ini agar menjadi bagian dari pengikut imam Mahdi dan agar kita juga dapat mengembirakannya.” Lanjutnya.

Pertama adalah kita harus bersabar dalam menjalin hubungan dengan Imam. Artinya bersabar dalam dalam segala hal yang menghantarkan kita pada cinta terhadap imam Jaman, karena ketika tidak sabar bisa-bisa tidak mempercayai bahwa beliau ada, walaupun dighaibkan dari pandangan kita.

Kedua adalah membenahi, mempersiapkan diri dan keluarga kita, karena imam mahdi kelak akan muncul apabila kita sebagai pengikutnya telah siap. Sebaliknya, apabila kita tidak siap lalu beliau muncul, maka sungguh rugilah kita. Apabila hal tersebut terjadi maka Imam akan berkata, “Kembalila kau ketempat dari mana kau berasal , sungguh kami tidak memerlukan dirimu(karena ketidak siapan orang tersebut).”

“Yang ketiga adalah senantiasa berupaya mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran di tengah masyarakat (amar makruf nahi mungkar.” Pungkasnya.

Acara yang dihadiri sekitar 300 hadirin itu pun dilanjutkan dengan doa, sholawat kepada Rasulullah dan istighfar akan dosa-dosa disertai sujud, sebagai upaya ketundukan dan pengakuan akan kehinaan diri di hadapan Allah Yang Maha Pengampun. (DarutTaqrib/Sajjad/Adrikna!)

No Response

Leave a reply "Menghidupkan Malam Nisfu Sya’ban di Darut Taqrib"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.