Berpulangnya Sosok Pemersatu

No comment 251 views

Salah seorang putra bangsa, seorang Ulama Indonesia, KH Hasyim Muzadi telah meninggal pada Rabu, 16 Maret 2017. Achmad Hasyim Muzadi Adalah Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama, yang wafat pada usia 72 tahun di Malang, Jawa Timur, tepatnya pada 06.15 WIB.

Selama menjalani perawatan di Malang, KH. Hasyim meminta agar para santrinya untuk terus membaca Al-Qur’an. Jenazah diterbangkan dengan pesawat Hercules dari bandara Abdulrahman Saleh,malang, ke bandraa Halim Perdana Kusuma, Jakarta. tokoh bangsa kelahiran Tuban ini tiba di rumah duka pada 16.20. Setelah itu, Jenazah dishalati di Masjid Al-Hikam.

Wakil Presiden Jusuf  Kalla, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasarudin Umar,dan sejumlah tokoh ikut dalam prosesi shalat Jenazah. Almarhum dimakamkan dengan upacara militer. Wakil Presiden Jusuf Kalla Menjadi Inspektur upacara dan menyampaikan belasungkawa mewakli pemerintah.

Sebelum meninggal, almarhum berwasiat agar dimakamkan di pesantren Al-Hikam Depok, Bahkan dia telah memilih lokasi di sebelah timur gedung sekolah tinggi Kulliyatul Qur’an, karena, almarhum Ingin dekat dengan santrinya. Harapannya, karena di sini ada yang hafid Qur’an, beliau ingin terus mendengarkan,” Kata Abdul Hakim hidayta, Putra Pertama Almarhum.

Menurut JK, salah satu kelebihan almarhum di masa hidupnya adalah mau turun langsung ke lapangan. Tidak hanya menunggu untuk di datangi. “Banyak ulama terkenal, tapi tinggal di pesantren atau menunggu.  Beliau ini sebaliknya. kalau ada apa-apa, beliau datangi.” Kata Wakil Presiden.

Belasungkawa juga disampaikan Oleh Presiden Joko Widodo yang saat itu berada di di Kapuas Hulu,Kalimantan Barat. “Atas nama pemerintah, atas nama rakyat Indonesia, saya menyampaikan duka yang sedalam-dalamnya. semoga arwah beliau di terima di sisi-Nya, diberikan tempat yang terbaik,”ujarnya

Di mata Jokowi, Hasyim bukan hanya seorang Ulama, tapi juga sosok guru bangsa yang wajib diteladani. Dan atas konsistensinya yang senantiasa menjaga semangat  Kebinekaan di tanah air. “Beliau seorang ulama yang slalu mendinginkan suasana, selalu menyejukkan hati kita,”kata Jokowi.

Sementara itu Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengungkapkan, Indonesia kehilangan salah satu sosok Ulama yang sangat peduli dengan keindonesian dan kerukunan. “Beliau sangat peduli bagaimana agar Indonesia tetap terjaga dan terpelihara sebagai bangsa religius dan rukun di tengah-tengah keragaman,”ujarnya.

Salahuddin Wahid mewakili keluarga almarhum, menyampaikan terima kasih dan permintaan maaf. “Beliau Ini punya prinsip, tapi bisa mengkomunikasikan dengan baik sehingga semua bisa menerima. Juga menjelaskan yang rumit denga cara sederhana,” Kata adiknya ‘Gus Dur’ itu.

Selamat Jalan, Kyai.

(DarutTaqrib/Sajjad-Mufti/Adrikna!)

 

No Response

Leave a reply "Berpulangnya Sosok Pemersatu"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.