Puisi – Sodaraku Mari Jagongan

No comment 622 views

dscn7432

Negriku negri yang gaduh
Lebih suka saling tuduh
Ramai saling meng aduh
Sesama sodara rebutan mbuh
Sesama anak bangsa kian rapuh
Kini sepi saling rengkuh
Hilang rasa teduh
Suwung jiwa pemaaf dan welas asih
Nilai berharga tiang sepuh

Tuding sana lempar tuduhan
Menghujat situ sembunyi tangan
Mencaci menjadi ciri
Menista kala tak sama
Dia Kafir karena beda kepercayaannya
Halal kehormatannya
Meski sodara sendiri tak peduli
siapa beda pantas aku hina
Aniaya dan caci maki pantas jua
Karena beda tak layak jadi sodara

Ohh…Kemana aku mencari
sodaraku yang ramah itu?
Kemana aku meminta tolong
Karena jiwa gotong royong kini kosong?
Di mana aku melihat wajah penuh senyum
Karena senyum berganti takbir penuh dendam?
Masjid mana yang menawarkan kedamaian
Karena kini masjid bukan lagi rumah Tuhan?
Rumah Tuhan milik golongannya
Selainnya nista dan haram memasukinya.

Jika ingin bersimpuh di hadapan sang Rahman
Mesti satu merek dan sealiran, katanya.

Sodaraku, kamu bagiku…
Meski mazhab beda, tapi Tuhan tetap sama
Meski beda golongan, kita tetap satu kesatuan
Walau suku tak sama, tapi kita satu bangsa
walau kulit dan bahasa beda, toh kita sesama manusia

Sodaraku…
Mari ngopi dan jagongan
Berkawan gorengan dan sego kucingan
Begadang di angkringan
Perbanyak piknik tukar pikiran
Agar nalar tetap waras
Jiwa tetap bernas
Hati jadi awas.

(DarutTaqrib/Muh/Adrikna!)

No Response

Leave a reply "Puisi – Sodaraku Mari Jagongan"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.