Perlukah Mengenang Wafat Nabi Muhammad SAW?

dscn7819Tidak ada seorang pun utusan Ilahi yang dapat menyerupai Nabi agung kita Muhammad Saw. Baik akhlak, kedudukan, keutamaan maupun penderitaannya. Sebagaiman yang telah disabdakan oleh beliau sendiri, ”Tidak akan ada seorang utusan ilahi yang penderitaanya menyerupai diriku ini.” Kata Ustad Miqdad Turkan dalam cara peringatan Syahadah Rasulullah, di Masjid Imam Mahdi Pesantren Darut Taqrib Jepara, pada Ahad (27/11/2016).

“Pernahkan kita membaca Do’a Al-Iftitah?” Lanjut beliau.

“Saat kita membaca do’a tersebut pasti kita akan melewati bait do’a yang berarti, ”Ya Allah,aku mengeluh kepadaMu atas wafatnya nabi kami,dan aku mengeluh padaMu atas Ghoibnya imam kami (Al Mahdi), dan kami mengeluh padaMu atas banyaknya fitnah yang tertujuh pada kami. Banyaknya musuh kami dan sedikitnya jumlah kami….” Lanjutnya.

Ustad Miqdad mendedah lebih jauh arti dari kalimat “Kami mengeluh atas wafatnya nabi kami”.

Pertama, menampakkan rasa sedih atas wafatnya Nabi Muhammad Saw, sebuah upaya agar terbbentuknya ikatan hati kita pada nabi Saw, semakin lebih kuat dan tebal. Dan rasa sedih itu juga dapat membuat rasa cinta kita terhadap beliau semakin besar. Rasa cinta yang terikat itu dapat dijadikan perantara kepada Allah SWT dalam meraih kebahagiaan yang abadi.

Kedua, kesedihan kita karenan sebab meninggalnya kekasih Allah ini. Dalam sejarah dicatat bahwa wafatnya nabi Muhammad diakibatkan oleh orang-orang munafik yang berada di sekitar nabi. Mereka memiliki niat buruk terhadap beliau, ingin merebut kekuasaan yang berada di tangan Nabi dengan cara meracun Nabi Saw.

Meskipun riwayat lain menyebutkan bahwa Nabi Saw wafat diracun oleh seorang wanita Yahudi. Racun itu baru bereaksi setelah 4 tahun berlalu. Ada pula yang mengatakan bahwa wafatnya nabi bukan karena wanita Yahudi tapi lelaki Yahudi.

Terakhir adalah karena tidak akan ada lagi sosok yang seperti beliau Saw di muka bumi ini. Dan lagi, sepeninggal Nabi pun, keluarga sucinya yang sangat beliau cinta juga di disakiti dan didholimi oleh sebagian dari ummatnya sendiri.dscn7833

“Tujuan utama kita hadir dalam majlis duka ini adalah untuk memperbaharui bait cinta kita kepada Rasulullah dan menegaskan wahwa kita berpegang teguh dengan dua wasiat Nabi di akhir hayatnya, yakni Al Quran dan Ahlu Baitnya.” Pungkas beliau.(DarutTaqrib/AliSajjadAlHinduan/Adrikna!)

No Response

Leave a reply "Perlukah Mengenang Wafat Nabi Muhammad SAW?"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.