Mengenang Karbala Agar Terus Melawan Kedzaliman

dscn7657Pengorbanan Imam Husein, keluarga dan para sahabatnya tetap dikenang, tidak sia-sia. Agar manusia dapat belajar dari perjuangan Imam Husein dalam melawan kezaliman, kata Ustad Hassan Daliel Alaydrus dalam acara Arbain Jepara 1438 H di Gedung Wanita, Minggu (20/11).

“Peristiwa Karbala sudah berlalu seribu tiga ratusan tahun yang lalu, dan hanya terjadi setengah hari. Namun gaung pengorbanan dan buah revolusinya masih berkumandang hingga kini. Kuburannya pun di Karbala tidak pernah sepi dari peziarah,” katanya di hadapan sekitar dua ribu hadirin dari berbagai kota di Jawa Tengah itu.

Di awal acara, selepas lantunan ayat suci Alquran, hadirin menyanyikan Lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’. Dengan kompak lagu kebangsaan itu dinyanyikan di tengah ribuan hadirin berbaju hitam-hitam. Arbain Jepara tahun ini mengusung tema ‘Mengawal Kebhinekaan, Menjaga Persatuan Indonesia. Pantang Hina!’

Menurut ketua umum Ahlul Bait Indonesia itu, saat saluran kemanusian terhenti, kala nilai-nilai kemanusiaan sudah pudar, penghormatan kepada orang tua hilang, penjagaan kepada nilai-nilai luhur kian luntur, maka diperlukan siraman air yang deras agar manusia zaman itu bangun. Dialah Imam Husain dengan pengorbanan agungnya.

“Maka bangkitlah Imam Husein menyadarkan dengan cara yang tak biasa, yakni dengan mengorbankan nyawa,” tambahnya.

Kondisi saat ini tidak jauh beda dengan saat itu, maka perlunya menggali makna nilai perjuangan Rasulullah dan Imam Husein as dalam memperbaiki masyarakat.

Karena makna Karbala bukan hanya hadir secara fisik di Karbala Irak, akan tetapi perubahan diri. Berusaha merealisasikan cita-cita Imam Husein, tambahnya. (DarutTaqrib/Adrikna!)

No Response

Leave a reply "Mengenang Karbala Agar Terus Melawan Kedzaliman"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.