Hikdmat dan Warga Bedah Rumah Mbah Kinten

dscn7111Mbah Kinten 83 tahun dan istrinya sudah sepuh. Sehari-hari bekerja membuat gedek atau anyaman bambu. Hasil tak seberapa yang untuk makan pun susah, apalagi membangun rumah. Tempat tinggalnya yang terbuat dari bambu dan beratap rumbia nyaris roboh, tak kuat menopang terpaan angin dan hujan.

Atas inisiatif warga, Himpunan Komunitas Antar Umat (Hikdmat), aparat desa Plajan, Karang Taruna Pemuda dan Koramil setepat, rumah di lokasi RT 28 RW 5 Desa Plajan Pakis Aji Jepara itu pun dibuatkan baru pada Ahad, 6/11.

Menurut ketua Hikdmat Abdullah, baru kari ini sambutan hangat dan kerjasama dari lingkungan begitu besar, karena biasanya masyarakat sekitar yang dibantu jarang terlibat. Hikdmat memberikan apresiasi yang besar atas sambutan dan kerja samanya.

“Kita dipersatukan atas nama kemanusiaan, bukan karena mazhab, agama maupun golongan. Kita bekerja murni untuk kemanusiaan, tidak berapiliasi dengan partai maupun kepentingan apapun,” kata Abdullah dalam sambutannya sebelum kegiatan dimulai.

Petinggi Desa Plajan, Priyatin, merasa terharu dengan apa yang dilakukan anggota Hikdmat dan warga setempat. Tanpa bantuan yang ada, aparat Desa Plajan tidak bisa berbuat apa-apa, meskipun dana desa ada.”Dengan perjuangan kalian, mbah Kinten sekarang memiliki tempat tinggal. Saya selaku pemerintah desa minta maaf, karena bukan kami yang bangun tapi malah orang luar,” katanya.

Menurut Ustad Miqdad Turkan selaku pembina Hikdmat, masyarakat Jepara khususnya diharapan bisa menyatu atas nama kemanusiaan, bisa saling menolong dan membantu tanpa melihat suku, mazhab dan agama.

“Hikdmat hanya memberikan motivasi ke masyarakat yang dibantu, namun harapannya tiap tempat ada organisasi atau lembaga yang punya kepedulian yang sama, membantu tanpa ada tujuan apa pun.“ pungkasnya.

Kegiatan bedah rumah mbah Kinten dimulai jam 7.30, sebelumnya lagu kebangsaan Indonesia raya dinyanyikan bersama-sama dengan warga.

Tidak seperti baisanya, kali ini hanya membuat atap dan menaikan genteng. Karena warga sudah terlebih dahulu bergotong royong bongkar rumah lama, pembuatan pondasi dan menaikan bata untuk dindingnya. Kegiatan pun berakhir setelah shalat dhuhur berjamaah di mushola terdekat. (DarutTaqrib/Adrikna!)

2 Responses
  1. author

    英杰9 months ago

    Gerakan kepedulian sesama tetep harus digalakkan “indahnya gotong royong”. mari kita nyalakan semangat gotong royong. “lebih baik nyalakan api untuk penerangan daripada mengutuk kegelapan” …salam semangat para pemuda jepara

    Reply
    • author
      Author

      Darut Taqrib9 months ago

      syukron, tetap menjaga semangat di mana saja apalagi seorang pemuda

      Reply

Leave a reply "Hikdmat dan Warga Bedah Rumah Mbah Kinten"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.