Malam Kelima dan Keenam, Mengenal Ad Dzikr dan Ahlud Dzikr

p1030035Al Quran adalah salah satu kitab yang diturunkan Allah kepada utusannya, Nabi Muhammad Saw. Secara umum, Al Quran diturunkan secara bertahap, akan tetapi secara khusus Al Quran sudah diturunkan secara langsung ke hati Nabi Muhammad Saw sedari awal.

Setiap kitab yang diturunkan oleh Allah memiliki beberapa nama, tak terkecuali Al Quran. Salah satu nama Al Quran adalah Ad Dzikr, sebagaimana Allah tegaskan dalam surat Al Hujr ayat 9.

Dalam ayat lain pun disebutkan tentang harusnya kita bertanya kepada Ahlu Dzikir jika kita tidak tahu, surat  al Anbiya ayat 7.

Pertanyaannya adalah siapakah Ahlu Dzikr dan Ad Dzikr itu sendiri? Apa hubungan dan ciri-ciri keduanya?

Berikut penjelasan ustad Miqdad Turkan dalam ceramah pada hari kelima dan keenam  peringatan Asyura di masjid Imam Mahdi, Darut Taqrib Jepara.

  • Ahli Dzikr adalah orang orang yang sangat faham dan mengerti tentang Ad Dzikr itu sendiri, yaitu Nabi Saw sendiri dan Ahlul Baitnya. Sabda nabi Saw,”Akan aku tinggalkan di tengah tengah kalian dua perkara, yang jika kalian berpegang teguh pada keduanya kalian tidak akan tersesat. Yaitu Al Quran dan Ithrahku keluargaku.”
  • Ad Dzikr adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Ahli Dzikr, sebagai mana sabda Nabi Saw, “…yang keduanya tidak akan berpisah hingga bertemu denganku di telaga Kautsar.”

Kriteria Ad Dzikr adalah:

  1. Ad Dzikr adalah haqq (kebenaran)
  2. Ad Dzikr adalah orang-orang makshum (terjaga dari kekeliruan dan penyimpangan)
  3. Kandungan-kandungan Ad Dzikr saling berkesinambungan dan menyatu.
  4. Seluruh kandungan Ad Dzikr mencakup segala sesuatu, baik yang bersifat keakhiratan maupan keduniawian.
  5. Ad Dzikr adalah suci dan disucikan.
  6. Ad Ddzikr adalah mukjizat Allah swt, meski semua manusia dengan koordinasi yang sangat baik tidak akan dapat minciptakan tandingan Ad Dzikr meski satu ayat pun.

Kriteria Ahlud Dzikr:

  1. Ahli Dzikr haruslah selalu benar, sama seperti Ad Dzikr yang tidak ada kesalahannya walau sedikit.
  2. Ahli Dzikr haruslah orang orang yang ma’sum,sama seperti ad-dzikr. Artinya mereka adalah manusia-manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan walupun sedikit.
  3. Ahli Dzikr haruslah orang-orang yang pandangannya tidak ada pertentangan, kompak dalam satu kesatuan. Seperti Ad Dzikr yang kandungan ayat-ayatnya saling berkesinambungan.
  4. Ahli Dzikr haruslah orang orang yang ilmunya tanpa batas, atau mencakup segala hal. Sebagaimana Ad Dzikr yang kandungannya mencakup segala hal.
  5. Ahli Dzikr haruslah orang orang yang tiada tandingan hingga akhir zaman, sama seperti Ad Dzikr yang tidak ada yang bisa menyamainya meski satu ayat sampai akhir jaman. (DarutTaqrib/AliSajjad/Annas/Adrikna!)
No Response

Leave a reply "Malam Kelima dan Keenam, Mengenal Ad Dzikr dan Ahlud Dzikr"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.