Obituari KH Nur Hasan; Kiai Langka dan Sederhana

kh-nur-hasan-bangsri-jepara-768x638Masyarakat Jepara umumnya, khususnya muslimin di kecamatan Bangsri dan kembang, merasa kehilangan sosok ulama kharismatik, KH Nur Hasan bin Iban yang wafat pada Ahad (21/8).

Pada saat wafatnya, ribuan pelayat menghantarkan jenazah ke tempat peristirahatan terahkir. Tak kurang dari Bupati Jepara, aparat pemerintah dari kabupaten hingga kebawahnya turut takziah pada Kiai sepuh yang di makamkan di Desa Banjaragung Kecamatan Bangsri.

Ulama yang berusia 86 tahun ini boleh dikatakan sebagai ulama paling sepuh di kalangan Nahdiyin. KH Nur Hasan terkenal dengan sosok bersahaja dan dekat dengan semua kalangan.

Menurut salah satu tetangga, KH Nur Hasan tidak pernah menolak undangan maupun khajatan tetangganya. Selama beliau sehat senantiasa memenuhi undangan warga dari kalangan manapun.

Abdu Nasir menuturkan, rumah KH Nur Hasan selalu ramai oleh tamu. Baik tetangga maupun luar kota.

“Karena sudah sepuh saja beliau minta di jemput, sebelumnya beliau selalu pergi sendiri memenuhi undangan warga,” katanya.

KH Nur Hasan adalah penggagas pengajian rutin Rebonan, yaitu pengajian rutin setiap hari rabu di 160 masjid di dua kecamatan, Bangsri dan Kembang.

“Jamaahnya sekitar 400-500, jadi kalau ada pengajian banyak yang hadir. Dan itu sudah dirintis beliau sejak puluhan tahun lalu,” katanya.

Acara pengajian Rebonan sendiri dilakukan pada hari Rabu siang sebelum Dhuhur sampai selepas  shalat Ashar.

“Jadi selalu shalat Dhuhur dan Asar berjamaah,” kata Nasir. Konsumsi jamaah yang hadir disediakan oleh warga yang ketempati.

Ceramah Kiai asal Bangsri ini terkesan kaku layaknya orang sedang marah, namun itulah ciri khasnya, ceramah apa adanya tanpa tedeng aling-aling inilah yang membuat masyarakat dekat dan hormat.

KH Nur Hasan  wafat pada usia 84  tahun. Beliau sejak masih muda sudah aktif di NU. Ketua Tanfidziyah NU Banjaran (1955-1960), Wakil Rais Syuriyah MWC NU Bangsri (1990), Rais Syuriyah MWC NU Bangsri (2002), dan Ketua Mustasyar MWC NU Bangsri (2015-sekarang).

Selain sebagai ‘Kiai kampung” Kiai Hasan juga menjabat sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Bangsri sejak 2005, dan ketua Yayasan Matholiul Ulum Banjaragung.

Nahdiyin dan masyarakat Jepara masih menunggu siapa penerus Kiai sepuh yang sederhana dan langka ini. Semoga amal ibadah beliau diterima dan menjadi hamba-hamba pilihan dan sholeh di sisi Allah Swt, Ilahi amin. (DarutTaqrib/Adrikna!

No Response

Leave a reply "Obituari KH Nur Hasan; Kiai Langka dan Sederhana"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.