Desa Tegalsambi Kembali Gelar Tradisi Perang Obor

083905600_1428974758-Perang-OborLautan manusia memadati perempatan Desa Tegalsambi Kecamatan Tahunan, Jepara dalam acara Tradisi tahunan Perang Obor, Senin (2/5).

”Ini merupakan tradisi turun temurun dan digelar setahun sekali. Ini tradisi yang hanya ada di Desa Tegalsambi,” ujar Petinggi Desa Tegalsambi Agus Santosa.

Ratusan obor raksasa yang terbuat dari campuran daun kelapa kering (blarak) dan daun pisang kering (klaras) sebagai senjata perang yang diperankan oleh 35 pemuda desa.

Setelah doa yang dipimpin sesepuh desa, tradisi yang sudah berlangsung turun-temurun ini pun digelar tepat jam 19.30. Ribuan warga sekitar dan luar kota sudah memadati jalan menuju pantai Teluk Awur itu sejak sore hari.

”Meskipun sudah beradu obor, tetap harus menjaga persaudaraan. Tidak boleh balas dendam,” kata Agus Santosa.

Menurutnya, nilai luhur yang dapat diambil dari tradisi Perang Obor adalah melestarikan tradisi ditengah gempuran tradisi asing dan dunia modern. Selain itu juga filosofi Perang Obor adalah menjunjung tinggi sportivitas dan saling menghargai lawan. (DarutTaqrib/Adrikna!)

No Response

Leave a reply "Desa Tegalsambi Kembali Gelar Tradisi Perang Obor"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.