Sosrokartono, Putra Jepara yang Mendunia

sosrokartonoSepak terjang wartawan asal Jepara bernama Sosrokartono benar-benar mendunia. Ketika wartawan perang Eropa dan Amerika kesulitan mendapatkan informasi, Sosro mampu membuat tulisan yang menggemparkan.

Di dinding pagar besi di Makam Sosrokartono di Pesarean Sedo Mukti Jalan Sosrokartono, Desa Kaliputu, Kecamatan Kudus Kota, Kudus, terpasang tulisan huruf Alif dalam bingkai kaca seukuran 10 R.

Di bawahnya terdapat foto Sosro mengenakan jas ala orang barat. Di nisan sebelah kiri tercantum kata-kata pilihan Sosro menggunakan Aksara Jawa yang berbunyi soegih tanpo bondo (kaya tanpa harta), digdojo tanpo adji (berkuasa tanpa kesaktian), ngaloerog tanpo bolo (menyerang tanpa teman), menang tanpo ngasoraken (menang tanpa merendahkan).

Nisan sebelah kanan berbunyi trimah mawi pasrah (menerima keadaan yang telah terjadi), suwung pamrih tebih ajrih (tanpa pamrih, tak kenal takut), langgeng tan ana susah tah ana bungah (tetap tenang, tidak kenal duka yang ada suka), anteng manteng sugeng jenang (diam sungguh-sungguh, maka akan selamat sentosa).

“Soegih tanpo bondo merupakan wejangan yang selalu dipegang Sosrokartono. Ia merasa kaya tapi tanpa harta, melainkan ilmu yang bermanfaat bagi orang lain. Begitu juga dengan wejangan lain yang selalu ia tegakkan. Ia tidak pernah ingkar janji dengan perkataannya,” kata juru kunci Pesarean Sedo Mukti, Sunarto.

Dalam tulisan sebelumnya dikisahkan bagaimana berita yang dibuat Sosro tentang perjanjian perdamaian perang dunia 1 akhirnya mampu menggemparkan dunia.

The New York Herald Tribune, tempat Sosro bekerja berhasil memperoleh hasil perundingan dan menurunkannya dalam berita.

Penulisnya menggunakan kode ‘Bintang Tiga’. Kode tersebut di kalangan wartawan Perang Dunia I dikenal sebagai kode RMP Sosrokartono.

Tak pelak, tulisan itu menggemparkan Amerika dan Eropa. Berita itu pun dianggap sebagai prestasi luar biasa Sosrokartono sebagai wartawan perang.

“Belum ada buku atau literatur yang menyebutkan bagaimana Sosrokartono memperoleh hasil perundingan perdamaian yang amat dirahasiakan tersebut,” terang juru kunci makam ke-10 itu.

Sosro juga kerap mengirim buku dan buletin kepada adiknya RA Kartini. Buku kiriman Sosro inilah yang menjadi pencerahan bagi Kartini untuk mendobrak tradisi dan melahirkan emansipasi wanita di Nusantara.

Cerita Sunarto, Sosrokartono pernah dihadiahi mobil oleh seorang pasien karena berhasil menyembuhkan penyakit yang diderita selama bertahun-tahun.

Saat itu, Sosrokartono menerimanya, namun dikembalikan lagi. Setelah perang dunia berakhir, Sosrokartono beralih profesi dari wartawan menjadi orang yang ahli menyembuhkan penyakit. (DarutTaqrib/Tribunnews/Adrikna!)

No Response

Leave a reply "Sosrokartono, Putra Jepara yang Mendunia"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.