Jauhkan Diri dari Sikap Intoleran dan Eksklusif, Kata Menag

331644Penguatan karakter yang dilandasi keimanan dan keluhuran budi untuk mencintai bangsa adalah modal sosial yang sangat berharga, kata  Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam Peringatan Jubileum 100 Tahun Injil Masuk Jazirah Sulawesi Tenggara yang diselenggarakan di Mowewe Kabupaten Sulawesi Tenggara, Sabtu (13/2).

“Peristiwa-peristiwa disharmoni yang mengoyak kerukunan umat beragama di beberapa wilayah, baik yang terjadi di internal maupun antar umat beragama, sebagian berawal dari ketiadaan respek, kurangnya kepekaan, tidak mampu adaptif serta hanya mementingkan diri sendiri,” katanya.

Menurut Menteri, keselarasan hidup yang terbangun melalui hubungan yang baik dengan sesama dan orang lain akan memudahkan umat beragama untuk melaksanakan kebajikkan agamanya. Dengan demikian, Indeks Kesalehan Sosial dan indeks kerukunan antar umat beragama diharapkan akan semakin meningkat.

“Bersama komponen bangsa lainnya, umat Kristiani akan mampu mewujudkan cita-cita besar tersebut,” kata Menag.

Refleksi 100 Tahun ini mengantarkan kita untuk memiliki kemampuan membaca landscape Indonesia yang beraneka ragam, kata Menag. ‘Umat kristiani dan umat beragama lainnya harus dapat menjaga keanekaragaman itu dengan menjauhkan diri dari sikap-sikap intoleran dan eksklusif.’

“Peringatan Jubileum telah memasuki 100 tahun dan menjadi warisan tak ternilai bagi kita sekalian untuk tidak hanya mengenang perjuangan dan sejarah masa lalu, tetapi mampu menginternalisasikan pesan-pesan moral Peringatan Jubileum ini,” pesannya. (DarutTaqrib/kemenag/Adrikna!)

 

No Response

Leave a reply "Jauhkan Diri dari Sikap Intoleran dan Eksklusif, Kata Menag"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.