Catatan Sang Kiyai: Ketika Allah Mencintaimu

Ustad Miqdad

Oleh Ustad Miqdad Turkan

Seseorang mendatangi seorang ulama dan mengeluhkan beban berat yang dialaminya.
“Kenapa orang yang aku perlalukan baik selalu menipu dan mengkhianatiku, Kyai?” Tanyanya. Sang Kiyai diam.

Orang itu bertanya lagi: “Kenapa orang-orang yang aku cintai semuanya bersikap acuh tak acuh kepadaku?” Sang Kiyai tetap diam tak menjawab.

Orang itu bertanya lagi: “Kenapa orang-orang yang aku cintai mati semua dan yang tersisa hanya musuh-musuhku?” Kiyai itu masih tidak menjawab.

Menangislah orang itu. Di sela tangisannya ia berkata: “Kenapa dalam hidup ini, aku merasa kesepian dan berada dalam keterasingan?” Anehnya sang Kiyai tetap membisu.

Orang itu bertanya kembali: “Kenapa tidak ada orang yang berpersangka baik kepadaku?” Sang Kiyai tetap tidak berkata apapun.

Orang itu bertanya lagi: “Kenapa orang-orang yang aku percaya justru berbohong dan orang yang aku sayangi malah berbuat kasar kepadaku?” Sang Kiyai tetap membisu.

Dengan nada agak keras orang itu berkata: “Kenapa, tanganku yg selalu mengulurkan kebaikan kepada semua orang, sementara tangan orang lain mengulurkan keburukan kepadaku? Mereka menyambut cintaku dengan kejahatan dan bukannya dengan cinta kasih? Kenapa?” Meledaklah tangisnya.

Sang Kiyai berdiri dan meletakkan tangannya di atas kepala orang tersebut. Lalu Kiyai berkata: “Saudaraku, aku tidak tahu kenapa Allah mencintaimu sedemikian besar. Barang kali karena kamu termasuk golongan orang yang Allah firmankan: “Mereka itu adalah golongan orang-orang yg berbuat bajik (muhsinin)”. Mereka adalah orang-orang yang memiliki derajat kesabaran dan kebaikan yang tinggi. Ketahuilah saudaraku, kedatanganmu kepadaku, sebenarnya kamu sedang mengeluhkan cinta dan perhatian Allah yang amat besar kepadamu”.

Sang penanya terdiam, sambil menundukkan kepalanya ke tanah. Air matanya mengalir tak tertahan karena gembira mendengar jawaban Sang kiyai.

“Benar, Sungguh benar Anda. Kiyai telah menyentuh hatiku”, Katanya.

Pelajaran yang bisa kita petik:
Tidak selamanya gangguan dan cacian orang kepada kita itu sebagai bencana. Bisa jadi itu karena kita ahli ihsan (suka berbuat kebaikan) tanpa kita sadari. Dan sesungguhnya tidak ada yang bisa mencapai tingkat Ihsan kecuali orang-orang yang berhati bersih dan memiliki ketakwaan luhur.

Ya Allah, anugerahi kami ketabahan hati dan kesabaran. Jadikan kami termasuk orang-orang yang berbuat kebajikan. Ilahi Amin. (DarutTaqrib/Adrikna!)

*Dari Laman Facebook Ustad Miqdad Turkan.

No Response

Leave a reply "Catatan Sang Kiyai: Ketika Allah Mencintaimu"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.