Poin-poin Penting Ceramah Maulid Ustad Miqdad Turkan

IMG_8269

 

Nabi Muhammad Saw adalah nabi teladan, nabi rahmat bagi semua. Bukan hanya manusia, karena Allah memberikan kedudukan ‘Rahmat’ kepada Rasulullah mencakup dunia dan ahkirat. Maka sepantasnya, jika manusia memperingati kelahiran agungnya, sebagai upaya meneladani perilaku mulia dan menggali ‘rahmat’ Sang Utusan.

Pesantren Darut Taqrib Jepara beserta masyarakat sekitar, menggelar acara maulid Kangjeng Nabi pada 12 Januari 2016. Upaya mengambil berkah dan berharap syafaat Rasulullah. Acara diawali pembacaan maulid dan shalawatan yang diiringi terbangan, maulid khas kaum muslimin di Nusantara.

Berikut poin-poin penting dari ceramah yang disampaikan Ustad Miqdad Turkan, pimpinan pesantren Darut Taqrib Jepara:

  • Al Quranran banyak menyebutkan keutamaan Rasulullah dari berbagai sisi, namun sebagian orang mengatakan sulit meneladani   manusia agung ini.
  • Memang benar, namun kita tidak dituntut menjadi suci sebagaimana Nabi yang tanpa kesalahan. Kita hanya diminta berupaya       maksimal meneladani perilaku Nabi.
  • Syarat meneladani nabi adalah memiliki iman kepada Allah dan meyakini hari pembalasan. Sebagaimana disebutkan dalam Al Quran.

قُلۡ إِن كُنتُمۡ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِي يُحۡبِبۡكُمُ ٱللَّهُ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۚ وَٱللَّهُ غَفُورٞ رَّحِيمٞ
“Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. QS. Al Imran:31

  • Mereka yang mengikuti Nabi pasti ada iman kepada Penciptanya, karena mengikuti langkah Nabi tanpa keimanan kepada Allah       adalah sia-sia.
  • Sunnah Nabi artinya apa-apa yang dibawa nabi lakukanlah dan apa yang dilarangnya tinggalkanlah.
  • Sunnah Nabi mencaku tiga hal; Perkataan, apa yang beliau lakukan dan diamnya nabi sebagai tanda setuju ketika melihat apa yang dilakukan sahabat atau masyarakat saat itu.
  • Ada perbuatan Nabi yang sifatnya pribadi, artinya hanya khusus bagi Nabi dan tidak bagi umatnya.
  • Pribadi Nabi adalah pribadi bagi semua orang, artinya siapapun bisa meniru perbuatan luhur apa yang dicontohkan beliau. Seperti; berakhlak mulia, juhud, jihad dan lain-lain.
  • Kita tidak bisa meniru nabi sampai mencapai tiga hal berikut:

1. Kalau Nabi menyukai seseorang, sukanya beliau tidak pernah sampai memasukan orang tersebut terjebak dalam kebatilan.

2. Saat Nabi marah, tidak sampai marahnya keluar dari kebenaran. Marah yang tidak pernah melanggar syariat Allah.

3. Jika sudah berkuasa tidak pernah mendholimi bawahannya. Kekuasaan yang tidak akan mengambil hak orang lain.

  • Tidak ada kesabaran melebihi kesabaran Nabi.
  • Tidak ada nabi yang paling tersakiti melebihi Nabi Muhammad. (DarutTaqrib/Adrikna!)
No Response

Leave a reply "Poin-poin Penting Ceramah Maulid Ustad Miqdad Turkan"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.