Pesan Politis Haji Ayatullah Khamenei

rahbarRahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei, Rabu (23/9/2015) bertepatan dengan pelaksanaan manasik doa Arafah, merilis pesan untuk kongres agung Haji, dan menilai manasik ini memiliki berbagai aspek dan konsep penuh makana. Beliau menyeru para hujjaj, dari berbagai negara dan bangsa, merenungkan hal tersebut.

Dalam pesan tersebut, Rahbar menyinggung politik jahat Amerika Serikat di kawasan dan menilainya sebagai faktor peperangan, pertumpahan darah, kerusakan, pengungsian, keterbelakangan serta perselisihan etnis dan mazhab. Menurut beliau itu semua menjadi PR utama semua umat Islam. Setiap Muslim memiliki tugas berat di hadapan perilaku rezim penjajah Zionis yang telah menyampaikan kejahatannya di negara Palestina hingga pada puncak kebuasan dan kekejian, berulangkali menistakan sakralitas wilayah suci Masjid al-Aqsa serta memusnahkan nyawa dan harta warga tertindas Palestina. Umat Islam harus mengetahui tugas-tugas islami mereka.

Faktanya, dewasa ini umat Islam terjerat propaganda setan serta pengobaran fitnah etnis dan mazhab oleh musuh, dan juga radikalisme dengan mengatasnamakan agama oleh kelopok-kelompok teroris-Zionis Takfiri ISIS. Mereka tidak akan segan melakukan segala upaya untuk menghancurkan kehormatan manusia dan kemuliaan Islam.

Sangat disayangkan sekali, pemerintah-pemerintah Islam alih-alih memperhatikan ancaman-ancaman utama yakni rezim Zionis, terorisme dan radikalisme, mereka justru menggunakan kemampuan militer, finansial dan kekayaan mereka sebagai serana mengancam keamanan kawasan. Berbagai peristiwa memilukan yang terjadi di kawasan, Irak, Bahrain, Suriah, Yaman, Tepi Barat Sungai Jordan, Jalur Gaza dan sejumlah wilayah di negara-negara Asia dan Afrika; semuanya merupakan masalah besar bagi umat Islam. Harus dipahami bahwa ada tangan-tangan imperialisme global di balik semua masalah itu, dan harus dicari solusinya.

Ayatullah Khamenei dalam pesan beliau menekankan poin kunci ini bahwa bangsa-bangsa harus menunjukkan tanggung jawab mereka di hadapan berbagai masalah tersebut. Mereka harus menuntutnya dari pemerintah-pemerintah mereka, sementara pemerinta juga harus komitmen dalam kewajibannya.

Negara-negara Islam memiliki berbagai fasilitas yang dapat menjadi solusi untuk semua tantangan yang ada. Akan tetapi sejumlah faktor justru menyebabkan persatuan dan kelemahan dunia Islam. Salah satu faktor itu adalah tidak adanya kesadaran tentang pentingnya persatuan umat Islam yang termanifestasi dalam pelakanaan manasik haji.

Di satu sisi tidak cukup memahami Islam dan kapasitas besar politik dan spiritualnya, serta pemanfaatan musuh-musuh Islam dari kelalaian tersebut, telah menjadi melahirkan sekte dan pemikiran-pemikiran yang tampil agamis secara lahiriyah akan tetapi berasaskan khurafat dan radikalisme seperti kelompok Salafi-Takfiri. Penyimpangan seperti ini yang membuat umat Islam tidak mampu berperan efektif sebagai manifestasi kekuatan Islam.

Mempertimbangkan itu semua, Rahbar dalam pesan hajinya menekankan bawha tugas utama para hujjaj adalah perenungan terhadap “labbaik” global, bersejarah dan konstan ini. Perenungan tersebut pasti mampu mengubah nasib negara-negara Islam.

Haji dan berbagai perkumpulan agung di dalamnya merupakan panggung kemunculan dan pertukaran tugas-tugas bersejarah itu. Adapun kesempatan Bara’ah (lepas tangan dari kaum musyrik dan taghut) merupakan bukti nyata manasik politik haji. Bahwa manasik haji memiliki kapasitas sangat besar yang jika diaktualisasikan akan memiliki pengaruh signifikan bagi umat islam di kancah global, dan Rahbar menekankan pemanfaatannya.

(DarutTaqrib/IRIB/Adrikna!)

No Response

Leave a reply "Pesan Politis Haji Ayatullah Khamenei"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.