‘Jangan Mengaanggap Haramain Syarifain Sebagai Milik Pribadi’

makarimSeorang marji taklid menyampaikan belasungkawa atas peristiwa robohnya crane di Masjidil Haram. Ia mengatakan, “Peristiwa ini menunjukkan Al Saud tidak punya kemampuan untuk mengelola Haramain Syarifain.”

Menurut laporan Mehr News, mengutip Pusat Informasi Ayatullah al-Uzhma Naser Makarem Shirazi, marji taklid ini pada Sabtu pagi (12/9) di awal kuliah Bahs-e Kharij Fiqih di Masjid Azam, Qom menyampaikan ucapan belasungkawa atas korban yang meninggal dan luka-luka di Masjidil Haram. Beliau juga membaca surat al-Fatihah agar ruh mereka yang meninggal diampuni Allah Swt.

Ayatullah Makarem Shirazi menjelaskan bahwa peristiwa ini membuktikan ketidakmampuan Al Saud dalam mengelola Haramain Syarifain, sekaligus mengritik buruknya manajemen para pejabat Saudi.

“Akal sehat mana yang membolehkan adanya alat-alat berat di atas Masjidil Haram ketika jutaan orang tengah melakukan ibadah dan ziarah, sehingga ketika datang angin topan dan roboh menimbulkan banyak korban yang meninggal dan cedera?” tegas Ayatullah Shirazi.

Guru Besar Hauzah Ilmiah Qom ini menegaskan bahwa dalam proses pembangunan biasa saja ada tanda bahaya disematkan di alat-alat berat agar orang yang lewat lebih berhati-hati.

Dengan nada tinggi beliau bertanya kepada pejabat Arab Saudi, “Bukan saja meletakkan satu alat berat di sekitar Masjidil Haram, tapi ada banyak crane dan tanpa memperhatikan masalah keamanan, kalian telah membahayakan jiwa peziarah.”

“Setidaknya selama sebulan ini kalian membersihkan Masjidil Haram dari alat-alat berat dan setelah manasik haji berakhir bisa dikembalikan ke sana. Akal sehat dan manajemen mana yang kalian pakai? Masjidil Haram adalah tempat aman dan tidak ada toleransi bagi terjadinya kecelakaan yang mengakibatkan cedera dan meninggal,” ujarnya.

Ayatullah Makarem Shirazi menyinggung alasan yang dikemukakan para pejabat Saudi dan mengingatkan, “Mereka berkata ada angin topan. Padahal harus dikatakan kepada mereka bahwa sejak awal kalian sudah harus memprediksinya dan mencari solusi untuk hal itu. Siapa saja yang membangun gedung, senantiasa memprediksi bahaya. Mengingatkan. Menulis. Ini jelas menunjukkan mereka tidak cakap.”

Marji taklid ini tidak lupa mengritik pembangunan di sekitar Masjidil Haram dan gedung-gedung pencakar langit yang ada mengurangi keagungan tempat suci ini.

“Di mana saja ada tempat bersejarah baik itu agamis atau tidak, biasanya wali kota bersangkutan tidak memberikan izin perubahan atau pembangunan di daerah itu,” tambahnya.

Ayatullah Makarem Shirazi menegaskan, “Patut disesalkan bahwa di sekitar Masjidil Haram dibangun gedung-gedung tinggi yang berpuluh-puluh kali lipat tingginya dari Masjidil Haram. Gedung-gedung pencakar langit yang mengurangi keagungan dan kemegahan tempat suci ini.”

Ditambahkannya, “Apakah ini yang disebut kecerdasan? Seakan-akan kalian menganggap Haramain Syarifain sebagai milik pribadi, sehingga seenaknya sendiri.”

Ayatullah Makarem Shrazi mengatakan, “Semestinya kalian berkonsultasi kepada para tokoh dan ulama Islam dari negara lain. Hancurkan gedung-gedung pencakar langit itu! Sehingga Masjidil Haram menemukan kembali keagungannya. Jangan biarkan ada satu bangunan yang lebih tinggi setingkat darinya!”

Menurutnya, “Ini sebagian dari pertanyaan-pertanyaan yang ada dan tentu saja kalian tidak punya jawabannya. Penting bagi ulama Islam memikirkan masalah ini. Mereka harus menasihati dan memrotes. Bahwa apa yang kalian lakukan terhadap Masijdil Haram itu tidak benar. Kami berharap, Insya Allah, Allah memberikan hidayah kepada semua untuk melindungi dan membela kejayaan Islam.” (DarutTaqrib/Saleh Lapadi/Adrikna!)

No Response

Leave a reply "‘Jangan Mengaanggap Haramain Syarifain Sebagai Milik Pribadi’"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.