Harapan Menteri Lukman dalam Munas MUI

munasMusyawarah Nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) ke – IX menjadi momentum Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan sejumlah harapan yang dikemukannya saat menjadi pembicara dalam Sidang Pleno ke-2 Musyawarah Nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ke-IX di Surabaya, Selasa (25/8) sore.

Dalam acara yang dikemas dalam bentuk Ceramah dan Dialog oleh Menteri Agama, dengan mengambil tema: Kebijakan Pembangunan Dibidang Agama Menuju Terwujudnya Khairu Ummah” tersebut, Menag berharap dua hal dalam Munas yang kali pertama digelar di luar Ibukota Negara Jakarta tersebut.

Harapan pertama, adalah tentang Metode Itsbat. Menag berharap dalam Munas kali ini, para ulama mampu memberikan semacam rekomendasi kepada Pemerintah, atau sebuah mandat pembentukan sebuah tim khusus yang akan melakukan Focus Discussion Group (FGD) atau semacamnya untuk merumuskan sebuah metode penetapan Awal Ramadhan, awal Syawal dan Dzul Hijjah.

“Masyarakat kita sangat berharap ada kesamaan dalam memutuskan 1 Ramadhan dan lainnya tersebut,” terang Menag. Kedua, Menag berharap Munas mampu menghasilkan masukan terkait Rancangan Undang-Undang Perlindungan Umat Beragama (RUU PUB).

Selain dua harapan tersebut, Menag mempresentasikan secara singkat namun gamblang, Visi dan Misi Kementerian Agama. Menag juga menjelaskan beberapa hal penting seperti Pesantren, madrasah, pendidikan Islam, Haji, KUA, penyuluh agama dan hal-hal yang menjadi domain Kemenag.

Melalui Munas ini, Menag juga berharap ada masukan solutif bagi permasalah-permaslahan di dalam Kemenag dari MUI, agar keluarga besar Kemenag mampu menjalanjan tugas dan amanah sebaik mungkin, demi kebaikan masyarakat, Bangsa, Negara dan Agama. (DarutTaqrib/Kemenag/Adrikna!).

No Response

Leave a reply "Harapan Menteri Lukman dalam Munas MUI"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.