Inilah Derajat Pengetahuan Imam Ali bin Abi Thalib as

imam_ali_as_by_shasnainraza-d32t87hIbnu Abi Al-Hadid berkata, “Apa yang harus aku katakan tentang seorang yang berkumpul padanya semua keutamaan; semua perbedaan kembali utuh menyatu padanya, bagaikan magnet semua pihak tertarik dan mengelilinginya. Ia adalah pemimpin segala keutamaan bahkan sumbernya. Siapa saja yang memiliki sifat-sifat besar pasti mengambil dan meneladaninya dari Ali bin Abi Thalib.
.
“Paling mulianya ilmu yang membicarakan Allah berasal dari ucapan-ucapannya, dinukil darinya, akhir dan awal ilmu kembali padanya. Ilmu fikih misalnya, asal dan dasarnya dari Ali. Setiap fakih dalam Islam adalah keluarga besar Ali dan memanfaatkan ilmu dan fikih Ali. Ilmu tafsir Al-Quran diambil darinya dan dari ucapannya kemudian diperluas. Ilmu tarekat dan hakikat serta jenjang-jenjang tasawuf diambil dari khazanah ucapan-ucapan Ali. Silsilah tokoh para sufi berakhir pada Ali. Ilmu Nahwu dan bahasa Arab yang dikuasai kebanyakan manusia merupakan hasil kreativitas Ali bin Abi Thalib yang didiktekan kepada Abu Al-Aswad Ad-Duali; prinsip-prinsip dan kesimpulannya.”
.
Ibnu Abi Al-Hadid menambahkan: “Ihwal kefasihan, Ali bin Abi Thalib adalah tokoh utama”. Tentang ucapan-ucapan Ali, Ibnu Abi Al-Hadid memberikan penilaian: “Di bawah kalam ilahi, di atas kalam manusia”. Orang-orang mempelajari seni pidato dan seni tulis darinya. “Demi Allah! Tidak ada yang lebih fasih di lingkungan orang-orang Quraisy selain Ali bin Abi Thalib. Bukti kefasihannya adalah kitab yang saya komentari. Buku ini, Nahjul Balaghah, tidak tertandingi dalam kefasihan, dan tidak ada yang menyamainya dalam retorika”.
.
Masih dari Ibnu Abi Al-Hadid, “Tentang masalah zuhud dari dunia yang menjadi sifat Ali bin Abi Thalib, dapat dikatakan bahwa ia adalah pimpinan para pendkwa zuhud. Kaki, tangan dan otot-ototnya senantiasa sakit karena setiap perjalanan kembali padanya. Pakaiannya adalah kain tebal yang kasar. Ia tidak pernah kenyang seumur hidupnya. Ia orang yang berpakaian kasar, dan makanannya keras”.
.
“Terkait dengan ibadah, Ali bin Abi Thalib adalah manusia yang paling banyak melakukan ibadah, baik Salat maupun puasa. Para sahabat mempelajari bagaimana melakukan Salat malam, membaca wirid-wirid dan bagaimana melakukan Salat-Salat sunat. Apa yang dapat kau pikirkan tentang seorang lelaki yang secara serius dan terus membaca wirid dengan menghamparkan kain untuk Salat dan berdoa di perang Shiffin pada malam Harir. Pada malam pertempuran itu, Ali bin Abi Thalib melakukan Salat dan membaca wiridnya sementara anak-anak panah berjatuhan di depannya. Anak-anak panah menembus dan merobek apa saja yang berada di kiri dan kanannya. Ali bin Abi Thalib tidak terlihat bergeming dari tempatnya. Tidak terlihat rasa takut sedikit pun dari wajahnya. Ia tidak meninggalkan Salatnya hingga menuntaskannya.
.
Seandainya engkau merenungi doa-doa dan munajat yang dipanjatkannya, seandainya engkau merenung sejenak bagaimana ia mengagungkan dan memuliakan Allah swt., pengagungan yang mengandung kekhusyukan, kerendahan dan penyerahan total di hadapan kebesaran dan keagungan-Nya, niscaya engkau akan mengetahui betapa murni keikhlasannya, engkau akan memahami lewat hati dari siapa ungkapan-ungkapan ini mengalir, lewat lisan siapa terungkap. Ali bin Al-Husein a.s; seorang yang mencapai puncak dalam ibadah sehingga diberi gelar ‘Zainul Abidin’ (hiasan orang-orang yang beribadah) berkata, “Bila ibadahku bila dibandingkan dengan ibadah yang dilakukan kakekku, Ali bin Abi Thalib, sama dengan ibadah Ali bin Abi Thalib bila dibandingkan dengan ibadah Rasulullah saw”.
.
“Ketekunan Ali dalam membaca dan memahami Al-Quran merupakan fokus bab ini. Semua sepakat bahwa Ali bin Abi Thalib menghafal Al-Quran sejak zaman Rasulullah saw , sementara belum ada yang menghafalkannya. Ali bin Abi Thalib adalah orang pertama yang mengumpulkan Al-Quran. Tentang masalah qira’at (bentuk-bentuk pembacaan) Al-Quran, dapat dikatakan bahwa para pimpinan qira’at berakhir pada Ali bin Abi Thalib a.s”.
.
“Apa yang dapat kukatakan tentang seorang yang dicintai oleh ahli dzimmah, sekalipun mereka tidak menerima konsep kenabian, seorang yang diagungkan para filsuf, sementara mereka memusuhi umat beragama, seorang yang dilukis gambarnya oleh orang-orang Eropa dan Roma di gereja-gereja dalam keadaan memegang pedangnya, seorang yang dicintai oleh semua orang dan ingin agar orang sepertinya diperbanyak, seorang yang disenangi oleh setiap orang untuk dapat dihubungkan dengannya?”
“Aku merasa sulit menyifati seorang yang lebih dahulu mendapat hidayah dari orang lain, orang pertama yang mengesakan Allah setelah Muhammad Rasulullah saw”.
Sumber: Buku Teladan Abadi

https://www.facebook.com/uthman.hapidzuin/posts/862397177166988

One Response
  1. author

    fuad6 years ago

    Dialah putra Ka’bah yg tempat kelahirannya sebagai kiblat umat sebelum dan sesudah islam, pintu ilmu Nabi saw serta penjaga risalahnya………..

    Reply

Leave a reply "Inilah Derajat Pengetahuan Imam Ali bin Abi Thalib as"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.