Al-Quran : Perbuatan yang Dimanfaatkan Musuh

al quranAllah Swt berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan (kepada Muhammad), “Raa’ina”, tetapi katakanlah, “Unzhurna”, dan “dengarlah”. Dan bagi orang-orang yang kafir siksaan yang pedih.” (QS. al-Baqarah: 104)

Termasuk masalah politik yang yang harus diperhatikan dalam Islam dan diperingatkan oleh Allah Swt adalah melakukan segala bentuk perbuatan yang dapat dimanfaatkan oleh musuh, sekalipun secara lahiriah perbuatan itu kecil. Ayat 104 surat al-Baqarah ini merujuk pada peringatan agar umat Islam tidak melakukan perbuatan yang dapat disalahgunakan oleh musuh. Ayat ini diturunkan saat Nabi Muhammad Saw melakukan dialog dengan umat Islam di Madinah yang kemudian dimanfaatkan oleh warga Yahudi.

Kisahnya demikian. Ketika Nabi Saw sedang berbicara, menjelaskan ayat yang turun kepadanya atau menerangkan hukum ilahi, terkadang umat Islam Madinah yang mendengar meminta kepada beliau agar menjelaskannya dengan pelan. Dengan demikian, mereka bisa lebih memahami apa yang disampaikan dan menyampaikan pertanyaan bila tidak memahaminya. Ketika menyampaikan permintaannya, mereka menggunakan kata Raa’ina yang berasal dari ar-Raa’i dan berarti beri kesempatan. Sementara orang Yahudi memahami kata itu berasal dari ar-Raa’uunah yang berarti kebodohan.

Dalam makna yang pertama berarti “beri kami kesempatan”, sementara dalam penggunaan yang kedua “buat kami bodoh”. Dengan makna yang kedua ini, orang Yahudi memanfaatkannya dan mengatakan bahwa Nabi Muhammad Saw mengejek umat Islam. Kemudian ayat 104 surat al-Baqarah ini diturunkan kepada Nabi Saw untuk mencegah penyalahgunaan orang Yahudi dan Allah Swt memerintahkan umat Islam untuk tidak menggunakan kata Raa’ina, tapi menggunakan kata Unzhurna yang mampu menyampaikan makna yang mereka inginkan, sekaligus tidak dapat disalahgunakan oleh musuh.[1]

Dari ayat ini dapat dipahami dengan baik bahwa umat Islam dalam seluruh perbuatan dan programnya harus waspada agar tidak disalahgunakan oleh musuh, bahkan ketika menggunakan kata yang memiliki dua makna agar tidak dapat dijadikan alasan oleh musuh untuk menyerang balik mereka. Dengan demikian, ketika Islam tidak membolehkan pemeluknya dalam masalah kecil seperti ini, maka kewajiban umat Islam dalam masalah yang lebih besar sudah jelas bagi mereka.(DaruTaqrib/Irib/Reza)

No Response

Leave a reply "Al-Quran : Perbuatan yang Dimanfaatkan Musuh"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.