Falsafah Penegakan Keadilan Mahdawiyah

imam_mehdi_a_s-normalKetika para pemikir dan orang-orang pintar dunia sibuk dalam perlombaan perakitan senjata-senjata pemusnah massal, tidak ada tanda perdamaian dan dunia akan tetap akan membara dengan peperangan dan ketidakadilan.

Kutub-kutub kekuatan terus berpikir untuk meluaskan pemerintahan dan wilayahnya melalui campur tangan perang dan terjang. Dengan keadaan dan kondisi yang memuakkan dan mengecewakan ini, akan merejalela dalam kehidupan umat manusia dan dosa, angkara-murka, dan kejahatan semakin meluas.

Dalam keadaan seperti ini, medan dan skenario penyambutan sebuah pemerintahan yang adil bebas dari perang dan agresi akan menjadi kenyataan. Seluruh bangsa-bangsa akan merasa jenuh dan muak dengan sikap egoistis dan tiranik (zalim) pemerintahan mereka yang hanya memikirkan perluasan dan pengembangan kejahatan dan ketidakadilan yang membuat tatanan dunia runtuh. Persis sebagaimana kemunculan bintang cerlang Islam di daerah Hijaz, pun demikian setelah lima abad dalam kubangan tirani jahiliyyah, sebuah skenario yang patut dipersiapkan untuk menyambut kemunculan Nabi Islam Muhammad Saw.

Massa yang terpinggirkan bersiaga dan bersiap-siap menerima Islam dan panggilan Tauhîd (peng-Esaan Allah) dan Keadilan Nabi Saw. Sekelompok orang-orang akan menerima Islam sebagai manifesto pergerakan mereka.

Jika kita amati revolusi-revolusi yang meletus di seantero semesta, kita temukan dan dapati bahwa keberhasilan para pemimpin revolusi mengusung sebuah revolusi adalah berlandaskan pada perwujudan dan pengejewantahan skenario dalam sebuah masyarakat yang menyebabkan kekecewaan yang luar biasa dari masyarakat terhadap para penguasa zalim akibat dari pemerintahan mereka yang brutal. Skenario semacam ini mengantarkan para pemimpin kepada tampuk kekuasaan.

Berdasarkan pada teori revolusi Imam Mahdi yang akan terlaksana di atas lapangan yang alami seiring sejalan dengan munculnya skenario yang layak di tengah masyarakat. Karena revolusi agung Imam Mahdi akan bersifat global dan tidak terbatas pada suatu tempat. Oleh karena itu, seluruh masyarakat dunia harus bersedia untuk menerima revolusi agung itu dan bahkan mungkin sesuai dengan apa yang dinubuwwatkan oleh Rasulullâh Saw ” kekejaman, kedurjanaan dan pengrusakan akan merajalela di seluruh dunia.” Tekanan yang hebat dan kuat dari pemerintahan zalim akan meletakkan masyarakat-masyarakat bangsa pada hulu ledak yang tinggi, sehingga mereka akan saling bahu-membahu bergandeng tangan bersama menghadapinya.

Dan masyarakat yang selama ini tidak diperlakukan secara layak dan beradab akan memenuhi panggilan nurani mereka. Ibarat sepotong buah yang matang di pohonnya dan hanya dengan sedikit goyangan akan jatuh ke tanah.

Dalam kondisi seperti ini, seluruh kekuatan dunia, betapapun mereka dibekali dengan persenjataan militer yang canggih, tidak dapat membendung dan menghentikan kebangkitan dan revolusi ini, meskipun dengan cara pembantaian massal.

Pada saat dunia menghadapi kekalahan, dan kepayahan jiwa, mereka membutuhkan seorang pemimpin yang luar biasa. Seorang pemimpin yang dibekali dengan pengetahuan, kesadaran sejarah, mengenal seluruh strata dan derajat kebudayaan manusia dengan baik dan bersentuhan secara langsung serta menjadi pengamat yang jeluk terhadap perubahan-perubahan sejarah dan seluruh kejahatan-kejahatan di masa lampau.

Dialah yang menjadi hujjah dan pelakon dustur Ilahi yang menyerukan slogan keadilan dan kemanusiaan, menghimpun orang-orang yang tertindas di seantero jagad semesta untuk mengakhiri pemerintahan-pemerintahan penindas.

Persatuan akan menata masyarakat ini – yang meluangkan tenaga demi pemusnahan dan penghancuran satu sama lainnya – mendapatkan tenaga dan sumber-sumbernya demi kemakmuran dan kesejahteraan satu sama lainnya.

Dialah, al-Mahdi yang akan mewujudkan sebuah dunia yang bebas dari rasa takut, kecemasan dan menatanya dengan berkat dan rahmat Allah Swt.[Alhasananin]

No Response

Leave a reply "Falsafah Penegakan Keadilan Mahdawiyah"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.