PBNU Bela Sungkawa atas Syahidnya Ulama Sunni Suriah

Syaikh Al Buthi

Syaikh Al Buthi

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengucapkan bela sungkawa mendalam atas wafatnya ulama besar Suriah Syaikh Said Ramadhan al-Buthy dalam sebuah serangan bom bunuh diri di masjid, Kamis (21/3) waktu setempat. Demikian mengutip pernyataan dari lama web Republika.co.id.

Ketua PBNU Urusan Luar Negeri Iqbal Sullam mengatakan NU dan almarhum Syaikh Said Ramadhan al-Buthy memiliki kesamaan dalam metode dakwah. Di antaranya mengedepankan kesantunan dan moderat dalam bingkai Ahlussunnah wal Jamaah.

“Umat Islam dunia pasti merasa sangat kehilangan, termasuk kami dari kalangan Nahdliyin yang ada di Indonesia,” kata Iqbal di Jakarta, Jumat (22/3).

Ia menambahkan selama ini PBNU memiliki hubungan yang sangat baik dengan ulama-ulama besar di dunia, termasuk dari Suriah. Selain Syaikh Said Ramadhan al-Buthy, terdapat nama lain seperti cendikiawan Syaikh Wahbah Zuhaili, Mufti Suriah Syaikh Badreddin Hassoun dan Syaikh Rajab selaku pimpinan kelompok thariqah.

Tahun 2007 silam Iqbal berkesempatan berkunjung ke Suriah dan bertemu langsung dengan Syaikh Said Ramadhan al-Buthy. Selain santun, ulama dari kelompok Sunni itu juga disebutnya memiliki kedalaman ilmu agama yang menjadikannya sangat disegani.

“Beliau sangat low profile. Peranannya sangat besar dalam mengembangkan toleransi dalam kehidupan masyarakat Suriah,” ujar Iqbal.

Sebelumnya diberitakan, presiden Suriah Bashar al-Assad dalam sebuah pernyataan, Jumat, 22/03/13, mengutuk serangan bom bunuh diri di masjid Damaskus tersebut. Assad mengatakan, kematian mereka tidak akan sia-sia.

“Mereka telah membunuhmu, ulama kami, karena Anda angkat bicara dalam menghadapi pemikiran gelap mereka yang bertujuan untuk menghancurkan prinsip-prinsip agama kita yang mengampuni.”

“Janji dari rakyat Suriah dan saya salah satunya, bahwa darah Anda, cucu Anda dan para martir dan semuanya tak akan sia-sia, karena kami akan terus mengikuti pemikiran Anda untuk membasmi kegelapan mereka,” tegas Assad.

Hampir dua lusin orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam ledakan teroris didikan Arab Saudi, Qatar, Turki, AS dan beberapa negara Eropa di sebuah masjid di ibukota Suriah, Damaskus.

Menurut sumber Suriah, pembom yang merupakan anggota teroris Front al-Nusra meledakkan dirinya di dalam Masjid al-Eman di lingkungan Mazraa, Damaskus pada hari Kamis, 21/03/13.

Salah satu korban syahid adalah ulama Sunni terkenal bernama Mohammed Saeed Ramadhan al-Bouti berumur 90 tahun.

Dosa besar ulama Sunni dan para korban tersebut karena diyakini oleh Front al-Nusra sebagai pendukung Presiden Bashar al-Assad.

Menurut kantor berita resmi Suriah SANA, 14 orang tewas dan 40 lainnya luka-luka. Namun beberapa sumber lain, menyebutkan korban tewas sekitar 20 orang termasuk ulama Sunni terkenal itu. (DarutTaqrib/IslamTimes/Adrikna!)

No Response

Leave a reply "PBNU Bela Sungkawa atas Syahidnya Ulama Sunni Suriah"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.