Khulasoh Ta’lim Ustadz Alam Firdaus : Kedekatan dengan Al-Qur’an

Ta’lim dilaksanakan di Masjid Imam Mahdi af. Berikut beberapa poinnya :

  1. Salah satu bentuk kedekatan dengan al-Qur’an adalah sesering mungkin membaca ayat-ayat al-Qur’an. Menurut riwayat, seorang mukmin minimal membaca lima puluh ayat al-Qur’an dalam sehari.
  2. Selain kuantitas, kualitas dari bacaan al-Qur’an juga harus diperhatikan. Maka, kita harus mempelajari ilmu tajwid. Lebih dari itu, jangan hanya sekedar  membaca ayat-ayat/huruf-hurufnya saja, tapi resapilah maknanya.
  3. Jika seseorang dekat dengan al-Qur’an, maka dia akan menjadi penjelmaan al-Qur’an. Aisyah pernah ditanya tentang akhlak Rasulullah saww, ia menjawab, “akhlak Rasul adalah al-Qur’an.”
  4. Terdapat kisah yang menggambarkan jika seseorang sedemikian dekat dengan al-Qur’an, maka ia dapat melakukan hal-hal yang menakjubkan.
  5. Imam Muhammad al-jawad as hidup semasa dengan khalifah Mu’tashim. Suatu kali, khalifah bingung. Dalam al-Qur’an, hukuman bagi orang yang mencuri adalah potong tangan. Yang jadi masalah, yang dimaksud dengan ‘tangan’ di sini adalah tangan seluruhnya, atau hanya jari-jarinya dst. Maka dia mengumpulkan para faqih dan meminta pendapat masing-masing faqih. Ada yang berpendapat dari ujung jari hingga pergelangan tangan, dalilnya ialah ayat tayamum. Yang lain, berpendapat hingga siku, dalilnya ialah ayat wudhu. Karena masih bingung, maka dia bertanya pada Imam. Imam menjawab, yang harus dipotong hanyalah ruas-ruas dari 4 jari. Dalilnya, anngota sujud ada tujuh. Seandainya tangan orang yang mencuri dipotong sampai pergelangan, bahkan sampai siku, maka konsekuensinya dia tak memiliki sandaran untuk bersujud, padahal dalam al-Qur’an Allah berfirman, “tempat-tempat sujud adalah milik Allah.” (Al-Jin: 18) Jadi, tangan adalah milik Allah yang tak boleh dihilangkan dari manusia. Ketepatan Imam dalam memecahkan masalah yang membingungkan ini karena kedekatan beliau dengan al-Qur’an.
  6. Dikisahkan, Ibnu Sirrin, seorang penakwil mimpi yang alim dari kalangan ahlussunnah, adalah seseorang  yang dekat dengan al-Qur’an. Suatu hari ada yang menemuinya dan berkata bahwa ia bermimpi kehilangan dunia dan akhirat. Ibnu sirrin berkata padanya, ‘tunggu sebentar’. Lalu datang orang kedua yang bermimpi mendapatkan dunia dan akhirat. Ibnu Sirrin bertanya kepada orang pertama, “apakah Kau kehilangan al-Qur’an ?” “iya.” Ibnu Sirrin lantas bertanya kepada orang kedua, “apakah kau mendapatkan al-qur’an ?” “iya.”  Dari kisah ini dapat ditarik kesimpulan bahwa al-Qur’an adalah dunia dan akhirat kita. Jika ingin mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat, maka kita harus dekat dengan al-Qur’an. Sebaliknya, jika kita jauh dari al-Qur’an maka kita telah kehilangan dunia dan akhirat kita.
  7. Jika sudah akrab dengan al-Qur’an maka akan dibukakan pintu-pintu ilmu pengetahuan.
  8. 8.       Semoga kita semua menjadi orang-orang yang membaca al-Qur’an dan mengamalkan isinya.

Walhamdulillahi rabbil ‘alamin wa shallallahu ‘ala sayyidina Muhammadin wa alihit thohiriin

No Response

Leave a reply "Khulasoh Ta’lim Ustadz Alam Firdaus : Kedekatan dengan Al-Qur’an"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.