16 Anak Pengungsi Syiah Wadul DPRD Sampang

Lantaran tak ada guru pengajar bahkan terkesan di terlantarkan, sebanyak 16 anak pengungsi Syiah mendatangi gedung DPRD Sampang, Selasa (8/1/2013). Mereka didampingi Untung Rifai, ketua komite anak.

Kedatangan anak-anak itu untuk mengadukan tentang kebutuhan kesehatan, pendidikan, dan konseling untuk menghilangkan trauma kerusuhan. Saat di hadapan komisi D anggota DPRD Sampang, Untung menjelaskan bahwa pada hari pertama masuk sekolah kemarin, tak ada satupun guru pengajar yang diperbantukan di sekolah darurat. Selain itu juga tidak adanya gizi tambahan terhadap makanan anak-anak pengungsi, bahkan makanan anak sama dengan orang dewasa. Ketiga, tidak adanya program untuk menghilangkan trauma psikologis anak korban kerusuhan.

“Kami minta jangan hanya kalau ada kunjungan saja anak-anak ini di perhatikan, tapi kalau sudah selesai gawenya diterlantarkan, sekali lagi kami minta kepada anggota DPRD Sampang segera diperhatikan nasib anak-anak pengungsi ini,” jelas Untung.

Mendapat keluhan tersebut, komisi D DPRD Sampang berjanji akan memanggil Dinas Dendidikan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial. “Rencananya besok kami rapat komisi dan segera memanggil dinas terkait,” kata Agus Khusnul Yakin, salah satu anggota komisi D. (DarutTaqrib/BeritaJatim/Adrikna!)

No Response

Leave a reply "16 Anak Pengungsi Syiah Wadul DPRD Sampang"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.