Peringatan Malam Asyura

No comment 637 views

Malam ke-10 (malam Asyura) (23/11)

Pada malam Asyura, majlis aza’ difokuskan di mushalla al-Husaini Candi Banjaran. Pada acara yang dipanitiai oleh para pemuda mushalla al-Husaini ini, pembicara yakni Sayyid Husain Musawa membawakan ceramah yang membakar semangat para hadirin. Di akhir pembicaraannya, para pecinta imam Husain berdiri dan dengan suara yang menggetarkan meneriakkan, “LABBAIKA YA HUSAIN!” berulang kali. Semangat menggebu itu lantas berubah menjadi duka yang mendalam, ketika syair ratapan atas kesyahidan imam Husain dilantunkan. Derai tangis mulai bercucuran. Dalam suasana gelap para hadirin menepukkan dada tanda berduka secara bersama-sama, ketika ma’tam dilantunkan.

Setelah pelantunan ma’tam, para pecinta Ahlulbayt itu semakin tak kuasa menahan tangis ketika pembacaan maqtal. Dalam pembacaan maqtal yang hampir selama satu jam itu, isak tangis tak terelakkan lagi. Seluruh yang hadir merasakan duka mendalam ketika kisah-kisah memilukan yang menimpa keluarga Nabi saw di padang Karbala. Suasana menjadi benar-benar pilu ketika para hadirin mendengar bagaimana Syimr Dzil Jausyan melepaskan kepala imam Husain as dari tubuh mulia beliau. Tangisan wanita dan pria terdengar memilukan. Dengan harapan bahwa semoga Allah mengampuni dosa, para hadirin terus bercucuran air mata. Imam Ja’far Shadiq as diriwayatkan pernah berkata bahwa sesiapa yang yang menangisi Husain meski air mata yang keluar hanya selebar sayap lalat, maka Allah tetap akan mengampuni dosanya meski seluas laut.

Semoga duka hati ini, tangis mata ini, tepuk dada ini, suara ratapan ini, menjadi bukti kita di kiamat nanti, dan semoga Rasulullah beserta Ahlubayt mulianya sudi memberi syafaat kepada kita karena kehadiran kita di majlis aza’ imam Husain ‘alaihis salam.

No Response

Leave a reply "Peringatan Malam Asyura"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.