Pelajaran-pelajaran Husainiyyah 1434 H. (malam kedelapan)

Malam ke-8 (21/11)

Pada malam kedelapan ini, majlis aza’ yang ada di Jepara difokuskan di mushalla al-Khairat, Kauman, Bangsri. Dalam pembicaraannya, Habib Ali bin Abdul Qadir Bafaqih menyampaikan beberapa poin penting. Antara lain:

~. Hadir di majlis yang memperingati Imam Husain, adalah mulia di sisi Allah.

~. Nabi saww bersabda, “salat adalah tiang agama. Siapa yang mendirikannya, maka ia telah mendirikan agama.”

~. “Salat lima waktu dan meratapi apa yang terjadi di Karbala adalah senyawa.”

~. Dalam sebuah riwayat disebutkan ketika mi’raj Allah hendak memberi misi yang tak pernah dipikul oleh siapapin selain kepada Rasulullah. Namun jika misi ini dijalankan, maka Rasul akan diuji. Beliau akan diracun oleh umatnya, cucumu akan dipenggal kepalanya oleh umatnya, Fathimah akan disakiti oleh umatnya, Hasan akan diracun oleh umatnya, Husain akan dibantai di Karbala oleh umatnya, semua pecintamu akan selalu diganggu umatnya, hingga datang Ibnul Hasan yang akan meratakan keadilan di seluruh bumi. Rasul menyatakan kesanggupannya dan memohon taufik dan bantuan dari Allah swt.

~. Dikatakan bahwa ada raja jin yang pernah dibantu Imam Ali datang dan mengajukan bantuan pada imam Husain as, namun ditolak Imam. Para malaikat pun ikut menawarkan bantuan, tapi kembali ditolak Imam.
~. Lalu, kenapa Imam as berkata, “adakah orang yang ingin menolongku?”

~. Imam mengucapkan ini dengan arti “siapakah yang ingin menolongku menjalankan agama Rasulullah saw”. Kata-kata di atas diucapkan Imam agar semua umat islam perhatian dengan agama yang dibawa Rasulullah saw.

~.”Setiap ibu yang menyusui anaknya, demi Allah, dia telah menolong imam Husain. Setiap ayat yang bekerja keras demi mencari nafkah untuk anaknya, demi Allah, dia telah menolong imam Husain.”

Setelah ceramah inti, acara langsung dilanjutkan dengan pembacaan maqtal imam Husain. Mendengar kisah penderitaan imam Husain dan sayyidah Zainab as serta seluruh sahabat dan keluarga imam husain, para pecinta imam Husain tak kuasa membendung airmata. Bahkan sempat terdengar teriakan histeris dari para wanita maupun pria. Ucapan ‘inna lillahi wa inna ilaihi raji’un’ pun terdengar beulang kali. Masih dalam suasana gelap, acara kemudian dilanjutkan dengan pelantunan ma’tam dan ziarah yang kesemuanya dipimpin oleh para Sayyid. (DarutTaqrib/Farazdaq/Adrikna!)

No Response

Leave a reply "Pelajaran-pelajaran Husainiyyah 1434 H. (malam kedelapan)"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.