Pelajaran-pelajaran Husainiyyah 1434 H. (Malam ketiga)

Malam ke-3

Adalah Sayyid Haydar al-Idrus yang menjelaskan kepada hadirin beberapa pelajaran dari Madrasah Karbala, (16/11)

~. Ada yang menganggap Muharram sebagai bulan mistik, ada juga yang menganggapnya bulan momok. Ada yang acuh tak acuh dengan Muharram. Ada yang menilai Muharram dengan rasio belaka. Ada pula kelompok santri dan agamis, namun karena korban dari sejarah yang salah, menyambut Muharram dengan suka cita. Dan kelompok terakhir adalah yang menyambut mereka Muharram dengan penuh khidmat dan duka.

~. Apa pentingnya kita selalu mengenang Ahlulbayt?

~. Masyarakat yang tak mengenal sejarah pasti masyarakat yang bodoh. Dalam al-Qur’an justru banyak menyinggung sejarah umat terdahulu. Hal ini agar kita bisa mengambil pelajaran dari sejarah dan kita jadikan bekal di masa depan.

~. Kita memiliki dua pusaka; al-Qur’an dan Ahlulbayt.

~. Sebagaimana  disuruh membaca dan mengkaji al-Qur’an berulang-ulang, demikian juga kita disuruh untuk mengkaji kehidupan Ahlulbayt, terlebih Imam Husain as.

~. Dalam sehari-hari, kita dihimbau agar selalu mengenang imam Husain as. Seperti bersujud di atas turbah imam Husain, ketika minum mengingat kehausan imam, dan dalam hari-hari besar kita disunnahkan agar berziarah kepada imam as.

~. “Bagi siapa saja yang mengambil pelajaran Karbala seutuhnya maka ia akan menjadi manusia yang sukses, dan akan selalu hidup”

~. Imam Khomeini sanggup mengalahkan rezim Pahlevi karena mengambil pelajaran dari Karbala.

~. Ada seorang penulis kristen bernama Antonio Baara. Ia seorang peneliti agama. Setelah mendengar sekilas tentang imam Husain, timbul keinginannya untuk meneliti perjuangan imam Husain. Ketika meneliti ia sangat takjub. Di satu sisi, imam Husain adalah manusia suci, agung, dan pahlawan. Di sisi lain, kebanyakan umat islam tidak mengenal imam Husain. Ketika meneliti selama lima tahun, padahal biasanya penelitiannya hanya dalam dua tahun, ia sering berkata, “tidak ada habisnya pelajaran dari beliau (imam Husain)”, “aku sekarang adalah orang syi’ah”, “aku sekarang adalah pecinta Husain”, “syi’ah adalah cinta yang tertinggi.” Bukunya ia beri judul, ‘Imam Husain Bukan Milik Syiah Saja, Imam Husain Milik Semua.’Bukunya telah diterjemahkan ke dalam 17 bahasa dalam 20 negara.

~. Semua pelajaran Karbala ditampakkan tidak hanya dengan kata, namun juga perbuatan. (DarutTaqrib/Farazdaq/Adrikna!)

No Response

Leave a reply "Pelajaran-pelajaran Husainiyyah 1434 H. (Malam ketiga)"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.