Pelajaran-pelajaran Husainiyyah 1434 H. (Malam kelima)

Malam ke-5 (18/11)

Ustadz Muhammad Ali mengupas pertanyaan, mengapa imam Husain membawa serta anak-anak dan para wanita ke Karbala? Sebelumnya Ustadz Ali juga menyampaikan beberapa pesan ayatullah Makarim Syirazi perihal majlis aza’ imam Husain.

~. Ayatullah Makarim Syirazi berpesan perihal majlis aza’ imam Husain bahwa Asyura dari hari ke hari semakin semarak. Kita harus menyemarakkan Asyura lagi, karena semua kemajuan berawal dari hadirnya kita di majlis aza’ imam Husain as.

~. Beliau juga berpesan apabila masuk waktu salat, majlis aza’ harus dihentikan sebagai bentuk penghormatan kepada salat.

~. Hendaknya masyarakat juga berperan serta dalam menyemarakkan majlis aza’.

~. Para maksum takkan berbuat tanpa hikmah. Setiap gerakan mereka memiliki rahasia.

~. Kenapa imam Husain membawa anak-anak dan para wanita? Para pembesar agama pada masa itu menentang hal ini.

~. Menurut ayatullah Baqir Hakim, imam Husain tidak mungkin meninggalkan mereka, karena mereka memiliki peran sentral.

~. Umat pada masa itu sudah sangat bebal, bodoh, dan tidak bisa diomongi. Hati mereka keras. Hanya dengan sesuatu yang menyayat hati lah mereka bisa disadarkan. Siapa yang tidak tergugah hatinya ketika melihat Ali Ashgar, bayi kecil, dipanah lehernya? Para wanita ditawan? Kemah-kemah dibakar? Perhiasan-perhiasan mereka dirampas?

~. Hasil nyata pada saat itu adalah tobatnya al-Hurr ar-Riyahi dan kebangkitan Mukhtar Tsaqafi.

~. Tugas lain dari para wanita dan anak-anak adalah menyambungkan misi imam Husain, atau sebagai penyambung lidah imam Husain.

~. Jika seluruh pria mati, dan tak ada para wanita, mungkin cerita Asyura hanya sebatas cerita tanpa makna. (DarutTaqrib/Farazaq/Adrikna!)

No Response

Leave a reply "Pelajaran-pelajaran Husainiyyah 1434 H. (Malam kelima)"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.