Pelajaran-pelajaran Husainiyyah 1434 H. (Malam Kedua)

Malam ke-2

Malam itu (15/11) adalah giliran ustadz Miqdad Turkan menyampaikan pelajaran-pelajaran penting dari Karbala. Beliau memfokuskan pembahasan tentang ujian dari Allah

~. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (Q.S. al-Ankabut:2-3)

~. Fitnah = cobaan

~.  Sepanjang sejarah, orang-orang yang mengaku beriman selalu diuji; apakah memang benar-benar beriman atau hanya kata-kata.

~.Umat Nabi Shaleh dicoba dengan unta ynag keluar dari gunung. Umat Nabi Daud dicoba dengan air sungai ketika berangkat perang.

~. Kita dicoba dengan peristiwa Karbala; apakah kita benar-benar merasakan duka Rasulullah di bulan Muharram ini atau tidak.

~. Imam Ja’far Shadiq as berkata, “syiah kami adalah yang bergembira karena kegembiraan kami dan bersedih karena kesedihan kami.”

~. Dikisahkan, suatu subuh Rasul bercerita kepada sahabat-sahabatnya tentang surga, beliau dan sahabatnya pun bergembira. Lalu, datanglah Imam Hasan dan Imam Husain. Tiba-tiba berubahlah wajah Rasulullah menjadi bersedih. Rasul lalu mencium bibir Imam Hasan dan mencium leher Imam Husain.

~. Ada seorang sahabat Imam Husain yang bernama Wahab al-Kalbi. Dia dulunya seorang non-muslim yang masuk islam ketika bertemu Imam Husain daalm perjalanan Imam menuju Karbala. Dia membawa serta ibu dan istrinya yang baru saja ia nikahi. Ia syahid di haribaan Imam Husain as.

~. Kita harus memiliki hubungan batin dengan Rasulullah saw dan Ahlulbayt as. (DarutTaqrib/Farazdaq/Adrikna!)

No Response

Leave a reply "Pelajaran-pelajaran Husainiyyah 1434 H. (Malam Kedua)"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.