147 Petuah Rasulullah saw Kepada Abu Dzar (1-10)

Syekh Thusi dalam kitab Amali jilid kedua cetakan Najaf, halaman 138-152, Syekh Thabarsi dalam kitab Makarim al-akhlaq, cetakan Beirut halaman 455-471, bab 12 pasal 5, Waram bin Faras dalam kitab Majmu’ah Waram, cetakan Qum, Iran tahun 1375, halaman 273-284, dan Majlisi dalam kitab Bihar al-anwar cetakan Iran, jilid 77 halaman 74-91, bab 4 hadits ke 63 dan dalam kitan ‘Ain al-hayat, semuanya dari awal sampai akhir adalah berisi syarh hadits Abu Dzar. Semua ulama besar ini dalam kitab mereka secara bersanad dan dalam Majmu’ah waramsecara mursal meriwayatkan dari Abu Dzar Ghifari ra. Abu Dzar mengatakan, “di suatu pagi saya masuk ke masjid, ketika itu saya melihat tidak ada orang selain Rasulullah saw dan Imam Ali bin Abi Thalib. Suasana tidak ramai itu saya manfaatkan untuk bertanya. Saya menyatakan, ‘ayah dan ibuku menjadi tebusanmu wahai Rasulullah, berilah saya nasihat sehingga Allah memberikan manfaat kepadaku berkat nasihat itu.’” Lalu Rasulullah saw berkata, ‘aku akan memberi nasihat kepadamu, engkau ini sangat mulia dan mendapat tempat di sisi kami. Wahai Abu Dzar, engkau adalah bagian dari Ahlulbayt kami, sesungguhnya aku akan memberikan nasihat-nasihat yang agung kepadamu, maka engkau, dalam pikiran dan amal, jagalah, karena itu menghimpun  seluruh kebaikan. Kalau engkau menjaganya dan melaksanakannya, maka engkau akan mendapatkan keuntungan yang besar, rahmat ilahi, kebaikan dunia dan kebaikan akhirat.’ “

Petuah 1
Wahai Abu Dzar, sembahlah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, jika engkau tidak bisa melihat-Nya, Dia melihatmu.
Petuah 2
Ketahuilah wahai Abu Dzar, sesungguhnya Allah menjadikan Ahlulbayt di tengah-tengah umatku seperti perahu Nuh. Barangsiapa yang menaikinya selamat dan yang meninggalkannya akan celaka, dan seperti pintu ‘hithah’ di antara Bani Israil, siapa yang masuk akan selamat.
Petuah 3
Wahai Abu Dzar, peliharalah apa yang kuwasiatkan kepadamu, maka engkau akan bahagia di dunia dan di akhirat. Wahai Abu Dzar, dua nikmat yang bisa menipu kebanyakan manusia, sehat dan waktu luang.
Petuah 4
Wahai Abu Dzar, manfaatkan yang lima sebelum datang yang lima; kemudaanmu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum masa sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, luangmu sebelum sibukmu dan hidupmu sebelum matimu.
Petuah 5
Waspadalah wahai Abu Dzar, lantaran angan-angan engkau tangguhkan pekerjaan utamamu. Karena engkau hanya memiliki hari ini dan bukan setelahnya, dan jika engkau ada di esok hari, maka beradalah padanya seperti engkau berada di hari ini. Dan jika engkau tidak mempunyai hari esok, maka engkau tidak akan menyesali hari ini bahwa engkau telah menyia-nyiakannya.
Petuah 6
Wahai Abu Dzar, betapa banyak orang yang pada pagi hari tidak sampai siang hari, dan betapa banyak yang menunggu esok tapi tidak sempat melihatnya.
Petuah 7
Wahai Abu Dzar, kalau engkau melihat ajal dan arahnya, engkau pasti akan memusuhi angan-angan dan jebakannya.
Petuah 8
Wahai Abu Dzar, jadilah seperti orang asing di dunia ini atau seperti penyeberang jalan, dan anggaplah dirimu kelompok yang akan dikuburkan di bawah tanah.
Petuah 9
Wahai Abu Dzar, kalau engkau ada pada pagi hari, janganlah engkau berbicara kepada dirimu tentang sore hari, dan jika engkau ada di sore hari, janganlah berbicara kepada dirimu tentang pagi hari. Sekarang gunakan sehatmu untuk sakitmu dan hidupmu sebelum matimu, karena engkau tidak tahu apa yang terjadi padamu esok, apakah mati ataukah hidup.
Petuah 10
Wahai  Abu Dzar, hati-hatilah dengan kematian yang  tiba­-tiba menjemputmu di saat engkau sedang tergelincir dan berbuat dosa sehingga dosa dan ketergelinciranmu tidak bisa dibatalkan. Jika engkau mati dalam keadaan berdosa, maka tidak akan memujimu orang yang masih hidup walaupun engkau berikan harta, dan orang­-orang tidak akan memaafkanmu walaupun engkau telah berbakti kepada mereka.
(Bersambung)
(DarutTaqrib/Farazdaq/Adrikna!)
No Response

Leave a reply "147 Petuah Rasulullah saw Kepada Abu Dzar (1-10)"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.