Rahbar: Nabi Muhammad Adalah Titik Temu Seluruh Umat Islam

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatollah al-Udzma Sayyid Ali Khamenei Senin (24/9) dalam pertemuan dengan para penanggung jawab urusan haji Iran menyinggung aksi penistaan terhadap Nabi Besar Muhammad Saw belum lama ini, seraya menjelaskan kedudukan agung Sang Nabi di mata para pencinta bahkan mereka yang memusuhinya. Dalam kesempatan itu beliau menyatakan bahwa pelaksanaan ibadah haji tahun ini punya nuansa yang lain dengan tahun-tahun sebelumnya.

Ayatollah al-Udzma Khamenei mengatakan, “Haji yang merupakan perkumpulan akbar umat Islam dari seluruh belahan dunia harus bisa mementaskan keindahan dan keagungan persatuan umat Islam yang berporos pada wujud suci Nabi Besar Muhammad Saw seraya mengungkap kebencian dan kemarahan mendalam semua muslim terhadap kubu arogansi, dan inilah makna baraah atau berlepas tangan dari kaum musyrik yang sesungguhnya.”

Beliau menyebut tindakan para arogan dunia dan kaki tangan mereka yang menistakan Nabi penyeru kasih sayang, kemuliaan dan kehormatan sebagai bukti akan dalamnya permusuhan, kebencian dan dendam kubu arogansi terhadap pribadi Nabi Muhammad Saw.

“Sikap para politikus Barat terhadap aksi penistaan besar ini tidak berbeda dengan sikap permusuhan,” papar beliau.

Pemimpin Besar Revolusi Islam menambahkan, “Masalah penistaan terhadap Nabi Muhammad Saw dan sikap para pemimpin kubu arogansi telah menampakkan wajah mereka yang sebenarnya sekaligus membuktikan adanya konfrontasi antara kebenaran dan kebatilan. Kini jelas, bahwa pokok utamanya adalah permusuhan kaum arogan terhadap Islam dan wujud suci Khatamul Anbiya’ Muhammad Saw.”

Beliau menyinggung ledakan amarah seluruh kaum muslimin di negara-negara Islam juga di Eropa dan Amerika sebagai reaksi dari penistaan ini, seraya menandaskan, “Gerakan protes yang spontan di dunia Islam ini adalah bukti akan kecintaan mereka kepada Nabi Muhammad Saw dan pengungkapan rasa benci yang mendalam terhadap musuh. Fenomena ini sangat mengagumkan dan penting yang menunjukkan kapasitas besar dari gerakan umat Islam.”

Ditegaskan oleh Rahbar bahwa Nabi Saw merupakan titik temu seluruh umat Islam dari berbagai madzhab dan keyakinan. “Dalam masalah ini, tidak ada lagi perbedaan antara Syiah dan Sunni atau muslim moderat dan ekstrim. Semuanya turun ke tengah medan. Sebab, wujud suci Nabi Saw adalah poros dari seluruh keyakinan ilahi dan Islami,” tandas beliau.

Untuk itu beliau mengingatkan bahwa persatuan dengan poros pribadi agung Nabi Saw ini yang disertai dengan kebencian terhadap musuh-musuh beliau harus dipertahankan dan dipentaskan dalam pelaksanaan ibadah haji. Ayatollah al-Udzma Khamenei menambahkan, “Berlepas diri dari kaum musyrik berarti bahwa seluruh umat Islam harus merasa berada di satu front menghadapi musuh yang sama lalu dengan segenap jiwa dan serentak mengikrarkan berlepas tangan dari musuh itu.”

Mengenai kedudukan agung Nabi Muhammad Saw dan shalawat para malaikat kepada beliau, Rahbar mengatakan, “Umat Islam harus loyal dengan seruan Nabi Saw yaitu tauhid, Islam dan al-Qur’an. Haji adalah manifestasi dari pengungkapan rasa cinta kepada beliau.”

Pemimpin Besar Revolusi Islam lebih lanjut mengimbau kaum muslimin untuk pandai-pandai membaca konspirasi berbahaya yang bertujuan memecah-belah pentas agung umat Islam saat ini. “Musuh-musuh agama dan kaum arogan hendaknya menyadari bahwa umat Islam dengan berbagai madzhab, pemikiran dan keyakinannya yang berbeda akan selalu bersatu melawan mereka,” tegas beliau.

Ayatollah al-Udzma Khamenei menekankan, “Jangan dibiarkan kubu arogansi menyelamatkan diri dari kemarahan umat Islam dengan cara mereka menebar perpecahan di tengah umat.”

Di bagian lain pernyataannya, seraya menyebut haji sebagai kewajiban agama yang sarat dengan dzikrullah, beliau menandaskan, “Haji adalah salah satu ibadah paling baik atau mungkin ibadah yang tak ada bandingannya untuk memperdalam dzikrullah, ketundukan dan kekhusyukan di hadapanNya.”

Pemimpin Besar Revolusi Islam mengimbau para jamaah haji dan peziarah Baitullah untuk memperdalam hubungan hati dengan sesama muslim dari berbagai negara dengan cara mengedepankan persamaan yang ada, mengungkapkan rasa kasih di antara mereka, serta menjaga tata krama dan akhlak Islami. (DarutTaqrib/IPABI/Adrikna!)

No Response

Leave a reply "Rahbar: Nabi Muhammad Adalah Titik Temu Seluruh Umat Islam"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.