PBB dan Film Innocence of Muslims

No comment 495 views

Sekjen PBB Ban Ki Moon

Kasus pembuatan dan penayangan film “Innocence of Muslims” di Amerika Serikat membangkitkan kemarahan umat Islam di berbagai negara. Maraknya protes umat Islam di seluruh dunia dan mengingat dampak serius bagi hubungan Islam dan Barat, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun terpaksa menunjukkan reaksinya juga. Navy Pillay, komisaris Tinggi PBB Untuk HAM juga mengecam perilisan film ini.

Terkait hal ini, Pillay membenarkan kemarahan umat Islam yang mengutuk aksi penistaan terhadap Rasulullah di film tersebut. “Pembuatan dan penayangan film ini telah membangkitkan kemarahan umat Islam di seluruh dunia,” ungkap Pillay. Di sisi lain, Pillay mengharap para pemimpin umat dan politik untuk berusaha keras mendamaikan suasana.

Di statemennya, Pillay mengatakan, film ini merusak dan sengaja diproduksi untuk membangkitkan kemarahan umat Islam serta menampilkan wajah yang menghina kesucian Nabi Muhammad Saw serta memutarbalikkan kondisi muslim. Komisaris Tinggi PBB untuk HAM ini menyatakan, sepenuhnya saya memahami mengapa umat Islam benar-benar geram dengan film ini dan aksi protes damai terhadap film yang menghina ini hak umat Islam.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon juga mengecam penistaan agama dan mengutuk serangan terhadap konsulat Amerika Serikat di kota Benghazi serta pembunuhan terhadap duta besar negara itu. Juru bicara PBB mengecam penghinaan terhadap agama-agama Samawi dan sekaligus menegaskan bahwa serangan terhadap konsulat Amerika di Benghazi, Libya, tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.

Dalam pernyataan itu disebutkan bahwa Ban mengucapkan belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Amerika atas kematian para diplomat Washington di Libya.

Ia juga memperingatkan pemerintah Tripoli atas tanggung jawabnya untuk menjaga pusat-pusat diplomatik.

Aksi protes dan kerusuhan berdarah akibat perilisan film ini dalam beberapa hari terakhir semakin meningkat di sejumlah negara Islam seperti Mesir, Libya, Tunisia, Sudan dan Pakistan. Aksi protes pertama kali meletus di Mesir kemudian di susul di Libya yang berujung pada tewasnya empat diplomat Amerika Serikat termasuk Duta besar, Christopher Stevens di Benghazi.

Meski para petinggi PBB seperti Ban Ki moon dan Navy Pillay mengutuk pembuatan film “Innocence of Muslims”, namun masalah yang paling penting terlupakan. Berbagai bukti menunjukkan bahwa  di Barat gerakan untuk menyebarkan Islamphobia semakin terorganisir dan mengalami peningkatan signifikan. Gerakan ini telah lama terbentuk sebelum peristiwa 11 September yang menghebohkan itu.

Sepertinya propaganda luas Islamphobia serta langkah-langkah anti Islam kini menemui babak baru. Isu ini bukan lagi di dalam masyarakat Barat, namun kini telah mendunia. Sejatinya saat ini negara-negara Barat tengah menikmati berbagai bentuk Islamphobia dan penyiksaan umat Islam. Media Barat juga berperan langsung dalam menebar ketakutan terhadap Islam sehingga muncul kondisi tak nyaman bagi umat muslim.

Dengan demikian kini, pelecehan terhadap kesucian Islam termasuk pribadi Rasulullah Saw semakin besar dan para pelakunya pun mendapat perlindungan dari Barat. Salman Rushdi, penulis Ayat-aya Setan ini pun kini masih hidup dengan aman berkat perlindungan Inggris. Dan kini Amerika kembali membikin ulah dengan membiarkan sutradara film yang menyinggung sesitifitas umat Islam ini. (DarutTaqrib/IRIB/Adrikna!)

No Response

Leave a reply "PBB dan Film Innocence of Muslims"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.