OKI Sebut Pembantaian Muslim Rohingya Kejahatan Kemanusiaan

Negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI) menyerukan persatuan di seluruh dunia Islam dan menekankan pentingnya perjuangan Palestina.

Pada sesi penutupan KTT OKI di kota Mekah Saudi Arabia pada Kamis dini hari, 16/08/12, para anggota delegsi juga menyebut bahwa pembunuhan Muslim di Myanmar adalah “kejahatan terhadap kemanusiaan.”

Sekretaris Jenderal OKI Ekmeleddin Ihsanoglu dalam pidato penutupan menyerukan diadakannya dialog dan keadilan di dunia Islam dalam sidang pertemuan darurat dua hari yang diadakan atas permintaan Raja Saudi Abdullah bin Abdul Aziz di Mekkah untuk mengatasi masalah besar yang dihadapi dunia Muslim dan perkembangan terakhir di wilayah tersebut.

Ihsanoglu juga menunjuk masalah Palestina sebagai masalah mendasar bagi semua bangsa Muslim.

Ihsanoglu mengakhiri pernyataannya dengan menggambarkan kekejaman terhadap Muslim Myanmar sebagai kejahatan kemanusiaan.

Myanmar sendiri menolak mengakui Muslim Rohingya sebagai warga negara Myanmar dan mengklasifikasikan mereka sebagai migran ilegal, meskipun Rohingya telah tinggal di negara ini selama berabad-abad.

Presiden Myanmar Thein Sein pada 19 Juli mengatakan bahwa “satu-satunya solusi” untuk mengurangi penderitaan Muslim Rohingya adalah mengirimkan mereka ke kamp-kamp pengungsi yang dikelola oleh Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi.

Namun, badan pengungsi PBB menolak gagasan untuk mendirikan kamp-kamp pengungsian dan menampung Rohingya.

Awal bulan ini, OKI mengusulkan untuk mengirim misi independen untuk menyelidiki lebih lanjut pembantaian Muslim Rohingya di Myanmar.

Ihsanoglu juga “menyatakan kekecewaannya atas kegagalan masyarakat internasional dan tidak mengambil tindakan untuk menghentikan pembantaian, pelanggaran, penindasan, dan pembersihan etnis yang dilakukan oleh pemerintah Myanmar terhadap Muslim Rohingya.”(DarutTaqrib/Islam Times/Adrikna!)

No Response

Leave a reply "OKI Sebut Pembantaian Muslim Rohingya Kejahatan Kemanusiaan"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.