Kemenangan Milik Bangsa Palestina

No comment 667 views

Kerusuhan yang tejadi di Suriah sudah berlangsung satu setengah tahun lebih, akan tetapi upaya massif musuh-musuh Basar Asad senantiasa gagal. Meskipun mereka menamakan oposisi dan mewakili rakyat guna meruntuhkan pemerintahan sah Suriah, tapi sebenarnya dibelakang mereka adalah aliansi setan, gabungan global, pengahsut perang, para pendukung Zionis.

Bahkan melihat polanya, ini adalah konspirasi global dalam upaya melanjutkan perang pendukung kemerdekaan Palestina melawan penjajahan Zionis. Wakil Panglima AU Iran Brigjen Massoud Jazayeri dalam sebuah wawancara dengan televisi Iran “Al Alam”, Senin (30/7), mengatakan bahwa peperangan yang tengah terjadi di Syria merupakan proyek lanjutan dari Perang 22 Hari Gaza tahun 2008-2009 dan Perang 33 Hari Lebanon tahun 2006 dimana Israel/Amerika berupaya mendapatkan pijakan strategis yang lebih kukuh di kawasan Timur Tengah.

Dan sebenarnya upaya penggulingan paksa Basar Asad adalah konsekwensi yang harus diterima rakyat Suriah karena saat kedua perang itu terjadi,Basar Asad dan rakyatnya adalah terdepan dalam membela rakyat Palestina dan mendukung penuh perlawanan yang dilakukan Hamas dan Hizbullah.

Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran (SNSC) Saeed Jalili mengatakan Washington dan Tel Aviv menargetkan Damaskus, karena pemerintah Suriah menjadi negara yang selama ini berkomitmen tinggi dalam mendukung perjuangan Palestina.

“Pemerintah Suriah adalah teladan di kawasan dalam mendukung gerakan perlawanan Palestina. Inilah alasan mengapa (Suriah) menjadi target AS, Zionis, dan teroris,” kata Jalili dalam pertemuan dengan Wakil Perdana Menteri Suriah, Omar Ghalawanji di Tehran, Kamis (26/7/12).

“Sementara kebanyakan negara Arab lainnya justru pasif menyikapi perang 22 hari di Jalur Gaza pada tahun 2009. Suriah sangat mendukung bangsa Palestina,” tegas Jalili.
Dalam dua peperangan tersebut Israel/Amerika mengalami kekalahan telak. Dan Israel/Amerika bakal mengalami kekalahan yang lebih besar di Syria. Sekarang ini pembersihan pemberontak di kota-kota Suriah terus dilakukan, dan kemenangan demi kemenangan diraih oleh pasukan kemanan Suriah. Hal inilah yang mengundang kemarahan menhan Amerika Leon Panetta, Minggu 29/7.

Kemenangan besar Suriah ditandai dengan tewasnya Kepala badan inteligen Saudi Arabia, Pangeran Bandar bin Sultan bin Abdulaziz Al Saud akibat serangan bom yang terjadi di kantornya tgl 23 Juli lalu. Sebagaimana laporan beberapa media online mancanegara seperti Voltaire Network (Perancis) dan DEBKAfile (Israel), Senin (30/7). Serangan tersebut sebelumnya telah menewaskan deputi Pangeran Bandar, yaitu Jendral Mashaal al-Qarni.

Menurut media online voltairenet.org, serangan terhadap kantor inteligen Saudi tersebut merupakan aksi balasan atas serangan bom yang menewaskan 4 pejabat tinggi keamanan Syria di Damaskus tgl 18 Juli 2012.

Situs pro-Pemerintah Suriah memberitakan bahwa loyalis presiden Suriahlah yang melakukan pembunuhan mantan Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat (AS) tersebut. Menurut laporan itu, Pangeran Bandar dibunuh karena mendukung AS dalam mengorganisir pengeboman di Kota Damaskus pada 18 Juli lalu. Pengeboman itu menewaskan empat orang pejabat tinggi Suriah.

Bandar juga diberitakan memasok perlengkapan logistik dari Dinas Intelijen AS (CIA) ke Suriah. Lewat peristiwa itu, Bandar dianugerahi jabatan sebagai Kepala Intelijen Arab Saudi pada 24 Juli. Namun bandar terbunuh dalam serangan balas dendam pada 26 Juli. Kurang dari seminggu pembalasan itu terjadi.

Tapi banyak analis yang mengatakan, justru target selanjutnya atau barangkali target sesungguhnya dari konspirasi global (Amerika, Zionis, Saudi-Wahabi, Qatar, Turki dan Negara-negara barat) itu adalah menyerang Iran. Mengingat pendukung utama dan terdepan dalam membela ketertindasan rakyat Palestina adalah Iran. Disamping itu dibalik kemenangan Hamas, Hizbullah dan Suriah saat ini karena ada Iran. Jadi wajar jika target terakhir petualangan perang mereka adalah menghancurkan Iran.

Menurut seorang analis politik Mark Dankof ketika diwawancara Press TV pada hari Jumat (27/7/12), mengatakan, Zionis yang berafiliasi dengan pabrikan senjata, konsorsium minyak dan bankir sedang berusaha untuk menggulingkan pemerintah Suriah sebagai upaya membuka jalan bagi agresi AS-Israel terhadap Iran.

Tapi jika mereka berani menyerang Iran, disaat ekonomi Amerika mengalamai krisis dan Zionis sedang mengalami pembusukan dari dalam, maka bisa dipastikan musuh Iran hanya menggali kuburnya sendiri. Karena Iran berbeda dengan 30 tahun kebelakang, Iran 100 kali lebih kuat, itulah yang diucapkan pemimpin tertinggi iran, Ayatullah Khamenei.

Jadi kemenangan milik mereka yang berani melawan, kemenangan demi kemenangan akan menjadi milik bangsa palestina! (DarutTaqrib/IslamTimes/Adrikna!)

No Response

Leave a reply "Kemenangan Milik Bangsa Palestina"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.