Rahbar, Sang Pemimpin Agung (2)

No comment 850 views

Manusia sukses tidak terlepas dari program-program kehidupannya yang dari hari ke hari menghantarkannya ke arah kesempurnaan. Manusia semacam ini mempunyai tujuan tinggi dan setiap hari selalu melihat hal yang baru untuk menggapai tujuannya.
Ayatollah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei adalah di antara sosok manusia yang melakukan aktivitas politik, sosial dan budaya sejak masa mudanya. Dalam perjalanan hidupnya, beliau melewati banyak masa sulit. Meski demikian, kesibukan Ayatollah Ali Khamenei tak menghalangi ibadah dan spiritualnya. Bahkan spiritual itu dapat disaksikan dalam semua aktivitas Ayatollah Ali Khamenei. Ini semua mencerminkan bahwa Rahbar senantiasa menerapkan ajaran-ajaran Rasulullah Saw dan Ahlul Bait as yang tercermin dalam ibadah, kesadaran, kesabaran, perdamaian, jihad, pencerahan atau dakwah dan perilaku mulia lainnya.

Kekhusyukan Rahbar
Salah satu teman Rahbar di masa belajarnya menceritakan, “Saya pernah hidup sekamar dengan Rahbar. Bagi Rahbar, sholat malam di masa mudanya adalah sebuah ibadah yang luar biasa. Ketika waktu Subuh tiba, beliau berdiri depan pintu Madrasah Hujjatiah di Qom mengumandangkan adzan. Setiap kali menemani Rahbar ke Jamkaran, saya menemukan kepribadiannya yang luar biasa. Beliau mempunyai perhatian khusus kepada Imam Mahdi af.”

Ayatollah Ali Khamenei selain tidak memandang ibadah kepada Allah Swt sebagai penghalang dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai Rahbar, tapi juga menilai ibadah sebagai sumber kesuksesan dalam semua layanan. Beliau juga menaruh perhatian besar pada urusan ibadah seperti khusyu’ dalam shalat. Bahkan menurut Rahbar, shalat dapat membentuk kepribadian manusia.

Rahbar dalam shalatnya nampak konsentrasi penuh dan khusyuk. Bahkan jika ada hal yang terjadi di sekitarnya, Rahbar tetap konsentrasi dalam ibadah. Terkait kekhusyukan Rahbar dalam shalat, Hujjatul Islam Rashed Yazdi menceritakan pengalamannya bersama Rahbar saat diasingkan oleh Rezim Reza Shah Pahlavi. Saat shalat berjamaah dengan Rahbar, Hujjatul Islam Rashed Yazdi memperhatikan sebuah hewan yang masuk ruangan shalat, tapi Rahbar yang tengah khusyuk dalam beribadah, seakan tak mengetahui masuknya binatang tersebut. Binatang itu bahkan sempat mengambil sajadah salah satu makmum yang membuat makmum lainnya menahan tawa. Hujjatul Islam Rashed Yazdi mengatakan, “Hanya Ayatollah Ali Khamenei yang tetap konsentrasi dan tidak terganggu dengan masuknya binatang tersebut.” Setelah shalat, para makmum bertanya, “Bagaimana kamu bisa melanjutkan shalat?” Rahbar pun balik bertanya, “Kalian berbicara tentang apa?” Dengan pertanyaan balik itu dapat dipahami bahwa Rahbar sama sekali tak terganggu dengan masuknya binatang, sedangkan para makmum lainnya merasa terganggu dan bahkan menghentikan shalat mereka.

Salah satu kemuliaan Rahbar adalah rendah diri dan lemah lembut dalam berinteraksi dengan masyarakat lemah. Beliau dalam berbagai pidatonya kepada para pejabat pemerintah selalu menekan supaya memperhatikan kondisi kehidupan masyarakat. Ayatollah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei ketika menjabat sebagai Presiden Republik Islam Iran, berupaya penuh menyelesaikan berbagai problema dan kesulitan masyarakat. Masa kepresidenan Ayatollah Khamenei bersamaan dengan periode perang Irak-Iran. Yang menariknya, Rahbar juga menyempatkan diri untuk mendatangi front. Kehadiran Ayatollah Ali Khamenei yang saat itu menjadi Presiden Iran, tentunya mendongkrak semangat para pejuang di front yang tengah berhadapan dengan musuh.

Kerendahan diri Rahbar juga sangat nampak dalam berbagai kunjungannya ke berbagai daerah Iran. Dalam pertemuannya dengan masyarakat, Rahbar memposisikan diri yang sama seperti mereka. Ini merupakan pemandangan indah yang mencerminkan hubungan baik antara pemimpin dan masyarakat. Kehidupan Rahbar dipenuhi dengan rasa cinta kepada masyarakat mustadzafin dan revolusioner. Cinta kasih itu dirasakan dari kedua pihak. Bahkan masyarakat juga menunjukkan rasa cinta mereka kepada Rahbar dalam berbagai kunjungannya ke berbagai daerah.

Rahbar dan Pemuda
Rahbar juga menaruh perhatian besar kepada para pemuda. Beliau dalam satu tahun melakukan berbagai pertemuan persahabatan dengan para pemuda. Bahkan dalam berbagai pertemuannya, para pemuda diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat-pendapatnya. Di penghujung pertemuan, mereka pun menanti pidato Rahbar dengan harapan yang besar. Tak sedikit pemuda yang harus meneteskan air mata saat bertemu dengan Rahbar. Ini menunjukkan kecintaan mendalam para pemuda akan figur kebapakan Rahbar.

Dalam berbagai pertemuannya dengan para pemuda, Rahbar seringkali menekankan pentingnya menuntut ilmu dan menjaga takwa. Rahbar juga menjadikan agama Islam, Rasulullah Saw, Ahlul Bait as dan Al-Quran sebagai pegangan hidup yang dapat menjaga spirit dan perilaku para pemuda. Rahbar dalam salah satu pidatonya mengatakan, “Jika dalam kalimat pendek, saya ditanya; Apakah yang Anda inginkan di masa muda?, maka saya akan menjawab; Menuntut ilmu, membersihkan diri dan olah raga. Saya berpikir bahwa para pemuda harus mempunyai tiga kriteria ini.”

Rahbar menyebut takwa sebagai modal utama bagi pemuda. Dikatakannya, “Jika pemuda di masa mudanya berusaha menggapai takwa yang didefinisikan dalam agama dan Al-Quran, maka ia akan menggapai modal terbesar untuk belajar, aktivitas konstruktif, harga diri, serta modal untuk mencari dunia dan akherat.” Keadilan, anti-kemiskinan, harga diri bangsa, kesadaran atas berbagai masalah politik lokal dan internasional adalah di antara masalah yang dikehendaki Rahbar atas pemuda.

Perhatian Rahbar pada Al Quran
Sangat sedikit pemimpin seperti Rahbar yang mencintai Al-Quran dan menguasai ilmu-ilmu yang bersangkutan dengan kitab suci ilahi. Rahbar dalam berbagai pidatonya juga menekankan penyebaran ajaran Al-Quran. Ayatollah Ali Khamenei menaruh penghormatan yang luar biasa kepada Al-Quran dan aplikasinya. Menurut Rahbar, Al-Quran adalah kitab petunjuk yang menyelamatkan masyarakat jahiliyah Makkah saat itu dari kebodohan dan mengarahkan manusia ke arah keselamatan yang sebenarnya. Rahbar juga menilai Al-Quran bukanlah kitab yang sulit, tapi kitab yang dapat menjadi pendamping dan petunjuk manusia di tengah pasang surut kehidupan.

Abdul Reza Izadpanah yang juga salah satu murid Rahbar dalam mata kuliah tafsir Al-Quran di masa sebelum Revolusi Islam Iran, mengatakan, “Rahbar dalam pelajaran tafsirnya tidak mengartikan ayat-ayat Al-Quran secara terpisah. Namun beliau menafsirkan Al-Quran dengan memperhatikan aspek pendidikan dan peran konstruktif Al-Quran. Beliau juga menilai setiap pesan Al-Quran sebagai puzzle kehidupan. Rahbar juga meyakini bahwa setiap manusia harus memahami pesan AlQuran itu untuk diaplikasikan dalam kehidupan individu dan sosial.”

Izadpanah ketika menjelaskan metode tafsir yang diterapkan Rahbar, mengatakan, “Metodenya adalah metode khusus dalam tafsir Al-Quran.” Rahbar soal pentingnya pemahaman akan Al-Quran mengatakan, “Al-Quran harus dijadikan seperti cermin yang harus bersih mengkilat sehingga dapat memantul di hati kita. Al-Quran harus tercermin dalam spirit kita… Jika hati tidak bersih dan tidak siap menerima kebenaran dan hakekat, maka ketika membaca Al-Quran, seseorang tidak dapat mengoptimalkan Al-Quran dengan baik.”

Selain tafsir, Rahbar juga sangat piawai dalam ilmu tajwid. Bahkan Rahbar juga dikategorikan sebagai pakar dan ahli tajwid. Rahbar juga menyempatkan diri untuk menghadiri acara-acara Tilawatul Quran yang dihadiri qari lokal dan luar negeri. Dalam acara-acara itu, Rahbar juga menyampaikan wejangan-wejangan inovatif bagi para qari.

Hobi dan Jiwa Seni Rahbar
Salah satu hobi Rahbar adalah mendaki gunung, berjalan kaki dan berolahraga. Di masa mudanya, Rahbar bermain bola voli. Bahkan menurut penjelasannya, jika ada waktu, beliau menyempatkan diri untuk bermain bola voli dengan anak-anaknya. Akan tetapi beliau sangat menyukai seni dan sastra. Kecintaan Rahbar pada seni dan sastra membuat kepribadiannya mempunyai daya tarik yang luar biasa. Rahbar juga suka membaca buku roman dan buku-buku lainnya yang terkenal di dunia. Sebagai contoh, Rahbar kekita berbicara tentang Roman Roland mengatakan, “Buku Mahatma Ghandi harus dibaca. Terus terang, Roman Roland sangat luar biasa dalam menggambarkan sosok. Dalam roman-romannya, ia juga demikian, bahkan dalam menjelaskan kondisi seorang tokoh… Saya banyak membaca buku terkait Ghandi, namun tidak ada buku seperti ini…”

Sutradara asal Iran, Majid Majidi yang tersohor di dunia karena film “Children of Heaven,” ketika berbicara tentang jiwa seni Rahbar, mengatakan, “Beliau sangat menguasai urusan budaya. Kalian tidak akan menemukan seorang pejabat budaya di negara ini yang menguasai budaya seperti Rahbar. Beliau mengenal film, musik dan teater dengan baik. Seorang sahabat yang juga seniman bercerita tentang film Bad Badak Baz, Rahbar berkomentar; Romannya luar biasa. Saya berharap filmnya bisa sebagus romannya.”

Tak diragukan lagi, Rahbar mempunyai kelebihan-kelebihan luar biasa yang menjadikannya sebagai tokoh yang populer dan politisi terkemuka di dunia. Tak hanya itu, tawakal kepada Allah Swt, keberanian dan kepercayaan dirinya juga menyebabkan Rahbar tangguh dalam menghadapi musuh, khususnya AS dan Zionis Israel. Melalui kepemimpinan Ayatollah Al Udzma Sayid Ali Khamenei, Republik Islam Iran tetap eksis di dunia sesuai dengan visi Revolusi Islam dan Imam Khomeini ra. Semoga beliau panjang umur. Amin. (DarutTaqrib/IRIB/Adrikna!)

No Response

Leave a reply "Rahbar, Sang Pemimpin Agung (2)"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.