Kunjungi PBNU, Ulama Lebanon Berharap Muslim Indonesia Tak Saling Mengkafirkan

Delegasi ulama Lebanon yang tergabung dalam Tajammu’ Ulama Muslimin Lebanon, atau organisasi ulama lintas aliran dan madzab di Lebanon, Sabtu (18/2), mengunjungi kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta.
Rombongan dipimpin oleh Syekh Ahmad Zen yang juga ketua Tajammu’ Ulama, bersama Syekh Ali hasan Chozin, Syekh Maher Mezhar, Syekh Zuher Al Juahid, dan Syekh Husein Gebris yang ditemani staf KBRI Mohammad Aziz. Mereka disambut oleh Rais Syuriyah PBNU KH Saifuddin Amsir , dan ketua PBNU urusan kerjasama luar negeri H Iqbal Sullam.

Dalam pertemuan terbatas itu, Syekh Ahmad Zen berharap apa yang terjadi pada umat Islam di Lebanon tidak terjadi di Indonesia. Hal ini berkaitan dengan konflik yang terjadi di negara Muslim ini yang dipicu oleh perbedaan madzab dan aliran.

“Jangan sampai kita umat Islam ini diacak-acak dengan perbedaan madzab,” kata Iqbal Sullam mengungkapkan poin penting yang disampaikan Syekh Ahmad Zen.

Kepada ulama Lebanon, ia menyampaikan bahwa umat Islam Indonesia sudah terbiasa dengan persoalan khilafiyah atau perbedaan. Umat Islam di Indonesia hidup berdampingan, saling menghormati pendapat dan selalu mengambil hikmah dari setiap perbedaan.

KH Saifuddin Amsir mengungkapkan, para ulama Lebanon berharap NU waspada terhadap gerakan-gerakan takfir atau perngkafiran yang dilakukan oleh sekelompok orang, terutama yang berasal dari Lebanon. Gerakan ini dilakukan secara sistematik dan lintas negara.

“Target mereka adalah mengkafirkan semua ahli ilmu,” katanya sembari menyebutkan nama orang Lebanon yang aktif melakukan profokasi melalui gerakan pengkafiran itu.

Menurutnya, gerakan-gerakan pengkafiran ini dimaksud untuk memicu konflik di antara umat Islam yang buntuntnya adalah terjadinya tindak kekerasan yang menjadikan semakin banyak orang anti terhadap agama.

“Kalau dulu ada yang bilang agama itu candu masyarakat. Sekarang ini lebih dari itu, ada yang ingin menjadikan agama sebagai sumber kejahatan. Ini yang harus kita waspadai,” demikian Kiai Saifuddin Amtsir.

Tajammu’ Ulama Muslimin Lebanon adalah wadah persatuan ulama dari lintas kelompok di Lebanon, terutama dari dua kelompok terbesar Sunni dan Syiah. Sebelum bersilaturahim ke kantor PBNU, delegasi ulama Lebanon menemui Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi yang juga Sekjen International Conference of Islamic Scholar (ICIS) di Jakarta. (DarutTaqrib/NuOnline/Adrikna!)

One Response
  1. author

    arman7 years ago

    Allah hu akbar

    Reply

Leave a reply "Kunjungi PBNU, Ulama Lebanon Berharap Muslim Indonesia Tak Saling Mengkafirkan"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.