Buya Syafi’i Ma’arif: Dunia Hidup Damai Tanpa Zionisme

Di tengah memanasnya situasi politik di kawasan Timur Tengah belakangan ini karena sikap arogan terus menerus yang diperlihatkan Israel, Senin malam (06/02), Maarif Institute yang bekerja sama dengan penerbit Mizan meluncurkan sebuah buku yang berjudul Gilad Atzmon: Catatan Kritikal Tentang Palestina dan Masa Depan Zionisme karya terbaru Buya Syafi’i Ma’arif. Buku ini diluncurkan di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyyah yang berlokasi di Jalan Menteng Raya 56 Jakarta Pusat.

 

Acara yang berdurasi sekitar 2 jam itu dihadiri oleh berbagai tokoh agama, politisi, akademisi, dan pengamat serta praktisi media. Diantara yang dapat disebut adalah Jusuf Kalla (mantan wakil presiden RI), Romo Magniz Suseno (Rohaniawan Katolik), Trias Kuncahyono (Wartawan Senior Kompas), Jose Rizal (Direktur Mer-C), Rizal Sukma (pengamat politik), Andreas Abiwangu (ketua PGI), Abdul Mu’thi (Sekjend PP Muhammadiyyah), Jeffrie Geovanie (Anggota Komisi I DPR) dan yang lainnya.

 

Dalam pernyataannya, Buya memaparkan bahwa Gilad Atzmon adalah seorang mantan Zionis dan Angkata Udara Israel. Ia juga merupakan Yahudi tulen sekaligus cucu tokoh sayap kanan organisasi teror Israel, Irgun, tetapi kini ia menjadi pembela Palestina anti-Zionis. Jika dunia menilai Nazi sebagai penjahat kemanusiaan, Zionisme di mata Gilad jauh lebih brutal dan biadab dibanding dengan Nazisme Hitler.

 

“Sesungguhnya Israel itu hidup di atas tanah curian dan dalam waktu pinjaman. Apa yang selama ini mereka lakukan terhadap rakyat Palestina pada hakikatnya merupakan bentuk Fasisme (Fasisme Zionis). Mereka telah melakukan kejahatan kemanusiaan yang luar biasa biadabnya. Oleh karena itu, -sambil mengutip pandangan Gilad Atzmon- kalau dunia mau hidup damai, maka Zionisme harus hengkang ke planet lain,” tegasnya.

 

Dalam pandangan Buya, apa yang dilakukan oleh Gilad Atzmon terhadap rakyat Palestina di tengah-tengah dunia yang membisu dan tidak hirau dengan keadilan universal ini bagaikan sebuah nyala lilin dalam kegelapan. “Nyala lilin yang dinyalakan Gilad ini diharapkan akan semakin membesar dan jumlahnya akan bertambah banyak, sehingga secara berangsur akan mampu mengusir awan hitam pada bagian-bagian dunia yang merindukan cahaya keadilan dan kebenaran,” tambahnya.

 

Adapun tentang sikap dan dukungan Indonesia terhadap solusi untuk Palestina, Buya menilai seharusnya pemerintah berpegang teguh pada amanat Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan bahwa “Penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan”.

 

Sementara itu, saat memberikan testimoninya terhadap buku ini, Frans Magniz Suseno mengatakan bahwa buku yang ditulis oleh mantan Ketua Umum PP Muhamadiyyah itu memiliki nilai penting karena dengan jelas membedakan antara Yahudi dengan Zionisme. “Dalam sejarah tercatat bahwa Yahudi itu selalu merasa aman saat Islam berkuasa. Jadi yang harus dibangun itu adalah semangat dan gerakan anti Zionisme bukan anti Yahudi,” katanya.

 

Rohaniawan Katolik yang juga Guru Besar di STF Driyakara itu menambahkan bahwa apa yang dilakukan oleh Israel selama ini tidak terlepas dari campur tangan AS. AS telah memberikan cek kosong kepada Israel untuk membangun negara Zionis itu di atas genangan darah. “Tidak ada bangsa yang berhasil membunuh ribuan manusia dalam waktu yang sangat singkat kecuali Israel,” tambahnya.

 

Penindasan Israel terhadap rakyat Palestina diyakini oleh banyak pihak sebagai episentrum konflik dunia saat ini karena disana terdapat persoalan agama, ideologi bahkan kemanusiaan dan keadilan.

 

Bersamaan dengan parahnya penderitaan rakyat Palestina selama ini, banyak ahli menyesalkan sikap negara-negara Arab serta kelompok-kelompok politik Palestina seperti Hamas dan Fatah yang tidak bisa bersatu dalam menyelesaikan persoalan ini. Perpecahan berbagai negara dan kelompok itu menyebabkan Zionis semakin leluasa membunuh rakyat Palestina yang tidak berdosa.

 

Saat ini Gilad Atzmon adalah musisi Jazz berkewarganegaraan Inggris. BBC mentahbiskannya sebagai musisi Jazz terbaik dunia.(DarutTaqrib/rimanews/Adrikna!)

 

No Response

Leave a reply "Buya Syafi’i Ma’arif: Dunia Hidup Damai Tanpa Zionisme"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.