Reportase Muharram 1433 H: Malam 9 (Tasyu`a)

Malam ke-9, tasyu’a (04/12-11)

                Pada malam ini, acara majlis aza Imam Husain as Jepara yang tersebar dalam 6 tempat, dikonsentrasikan hanya pada satu tempat, yakni Masjid Imam Mahdi, kompleks Ponpes Darut-taqrib. Dimulai pukul 20.00 tepat, acara ini terasa khusyuk. Setelah dibuka dengan pembacaan ayat suci al-qur’an, ustadz M. Ali selaku koordinator Muharram 1433 h memberi sedikit sambutan. Beliau menyinggung teror-teror yang ditujukan kepada pecinta Ahlulbayt di daerah timur tengah seperti Bahrain, syria dll. Maka, kita harus bersiaga penuh terhadap musuh.

Pada malam ini, Masjid Imam Mahdi disesaki ratusan pecinta Ahlulbayt seluruh Jepara. Dengan niat yang sama, yakni mengenang syahidnya Imam Husain as, mereka berbondong-bondong menghadiri majlis aza yang selesai pada pukul 22.00 itu. Ustadz Miqdad Turkan selaku penceramah pada malam ini, menyampaikan beberapa hal menarik yang harus kita perhatikan seperti :

  • Manusia itu ada dua : 1) hatinya (dhomir) mati dan keinginannya (iradah) mati. 2) hatinya hidup namun keinginannya mati.
  • Penyebab matinya hati (dhomir) diantaranya ialah maksiat kepada Allah, cinta dunia.
  • Sedangkan penyebab matinya keinginan (iradah) diantaranya ialah diteror musuh, karena kebodohan dan ketidak-tahuan, rasa putus asa serta ditipu.
  • Dan, para sahabat Imam Husain as adalah orang-orang yang telah berhasil meninggalkan penyebab-penyebab diatas.

Ustadz Miqdad kemudian menyalakan semangat para hadirin, terutama kaum muda, yang menurut beliau, kaum muda lebih mudah berbuat kebaikan. Beliau berpesan ‘jangan pernah putus asa! Meski sedikit, kita bersama Imam Mahdi.’

Para hadirin kembali larut dalam tangis ketika Ustadz Miqdad mulai membacakan kronologi singkat terbunuhnya Ali Akbar, anak tertua Imam Husain as. Para hadirin, ikhwan maupun akhwat tak dapat lagi menahan airmata. Begitu juga dengan Ustadz Miqdad. Mengharu-biru lah suasana malam hari itu. Seakan terbunuhnya Ali Akbar baru terjadi beberapa saat yang lalu. Seakan para hadirin dapat melihat langsung Ali Akbar yang berpamitan dengan ibunya Laila yang tampak pasrah, lemah.

Setelah pembacaan maqtal rangkaian acara dilanjutkan dengan pelantunan ma’tam serta doa ziarah penutup. (DarutTaqrib/alamsyah/@drikna!)

 

No Response

Leave a reply "Reportase Muharram 1433 H: Malam 9 (Tasyu`a)"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.