Reportase Muharram 1433 H: 10 Muharram (`asyuro)

Hari ke-10, Asyura’ (06/12-11)

Pada hari musibah ini, hari yang ditangisi seluruh jagad raya ini, majlis aza Imam Husain as diselenggarakan di dua tempat di Jepara, Kauman dan Guyangan. Di Guyangan, majlis aza diselenggarakan di bangunan madin Al-hasanain. Meski sederhana, aroma kesedihan sejatinya sudah mulai tampak sejak acara dimulai.

Ustadz M. Ali selaku penceramah membeberkan bahwa di belahan dunia Arab sana, penyelenggaraan asyura sangat sulit dilakukan. Terror terus dirasakan para pecinta Ahlubayt di kawasan timur tengah, Arab Saudi, Syria, Kuwait, Lebanon dll. Maka, seakan asyura kembali terulang di zaman sekarang ini. Ustadz Ali juga menekankan bahwa tanda-tanda perang dunia ke-3 seakan mulai bermunculan. Oleh karena itu, kita harus senantiasa mendekatkan diri kepada Imam Zaman afs. Begitu yang ditekankan Ustadz M. Ali dalam ceramah beliau. Dalam acara yang dibuka dengan pelantunan ayat suci al-quran yang dilantunkan secara menawan oleh Bp. Fathoni itu, para hadirin tak kuasa menahan tangis. Ustadz Ali yang menutup ceramah beliau dengan doa-doa pun terlihat begitu bersedih.

Kesedihan para pecinta Ahlulbayt yang tak memiliki apa-apa selain cinta itu, semakin membuncah tatkala pembacaan maqtal oleh Ustadz Bunari dimulai. Haru, sedih, berduka, menyeruak keluar dari majlis aza’ yang dimulai pada sekitar pukul satu siang itu.

Setelah mendengarkan ceramah yang memutar otak, kini giliran hati yang dikoyak lewat pembacaan maqtal. Kata apa yang dapat mewakili perasaan hadirin ketika mendengar Imam mereka, cucu Nabi tercinta, Al-husain bin Ali as dipanah lehernya, ditombak dadanya, dipenggal kepalanya ? seperti apa perasaan pecinta ketika mendengar yang dicintai didzalimi dalam keadaan haus ? hati siapa yang tak menjerit mendengar kegigihan Abu Fadhl Abbas dalam membela Imam Husain as ? sungguh, tak ada kata yang bisa mewakili perasaan para hadirin. Mungkin lewat tangisan lah, para hadirin mengeluarkan isi hatinya. Ikhwan maupun akhwat , muda maupun tua, semua terenyuh dalam pembacaan maqtal oleh ustadz Bunari itu.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pelantunan ma’tam dan ditutup dengan doa ziarah yang dipimpin oleh Ustadz Alam Firdaus.

أَعْظَمَ اللَّهُ أُجُوْرَنَا بِمُصَابِنَا بِالْحُسَيْنِ عَلَيْهِ السَّلاَمُ وَ جَعَلَنَا وَ إِيَّاكُمْ مِنَ الطَّالِبِيْنَ بِثَارِهِ مَعَ وَلِيِّهِ الْإِمَامِ

الْمَهْدِيِّ مِنْ آلِ مُحَمَّدٍ عَلَيْهِمُ (عَلَيْهِ) السَّلاَمُ

Semoga Allah membalas kami dengan berduka atas musibah Imam Husain as dan menjadikan kami dan kalian penuntut darah beliau bersama wali-Nya Imam Mahdi dari kelurga Muhammad as. (DarutTaqrib/alamsyah/@drikna!)

No Response

Leave a reply "Reportase Muharram 1433 H: 10 Muharram (`asyuro)"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.