Tidak Ada Kebaikan yang Lebih Baik dari Mati Syahid

Menurut Kantor Berita ABNA, sekumpulan ulama, rohaniawan, dan pelajar agama asal Pakistan yang menimba ilmu di Hauzah Ilmiyah Qom Iran bertemu dengan ulama marja taqlid Hadhrat Ayatullah Al Uzhma Shafi Ghulpagani.

Hadhrat Ayatullah Ghulpagani dalam pertemuan tersebut mengatakan, “Sekiranya saya dapat memastikan, dengan kepergian saya ke Pakistan dan akan mencapai syahadah di tengah-tengah umat Syiah Pakistan, hanya Allah yang tahu betapa hati kecil saya menginginkan hal tersebut terjadi pada diri saya.”

Kemudian beliau selanjutnya menyatakan bahwa kematian pasti akan mendatangai seluruh manusia tanpa terkecuali, dan tidak ada yang lebih baik dari kematian di jalan Allah SWT. “Jika menurut kalian, kehadiran saya dibutuhkan di Queeta Pakistan, insya Allah saya akan segera kesana.” Tegas beliau kepada para pelajar Pakistan.

Ayatullah Al Uzhma Ghulpagani selanjutnya berkata, “Tidak ada kebaikan yang lebih baik dari mati syahid karena memperjuangkan tegaknya agama Allah.”

Beliau mengungkapkan hal tersebut berkaitan dengan peristiwa tragis yang beruntun sedang dialami warga Syiah di Pakistan. Umat Syiah Pakistan saat ini sedang mengalami ujian besar menghadapi tindakan kekerasan yang sering dilancarkan kelompok-kelompok teroris, baik dari kalangan Wahabi maupun bayaran Amerika.

Ulama marja taqlid ini kemudian memesankan agar umat Syiah Pakistan tetap istiqamah dan bersabar dalam menghadapi ujian besar tersebut sampai kemudian Allah mendatangkan pertolongannya dan mengalahkan kelompok mereka yang merupakan musuh agama.

Beliau lebih lanjut berkata, “Kondisi umat Syiah di Pakistan saat ini tidak ubahnya dengan apa yang menimpa umat Syiah di masa Bani Umayyah bahkan bisa jadi lebih parah. Apa yang telah dilakukan oleh orang-orang anti Islam dan anti Syiah tersebut tidak hanya melukai hati umat Syiah di seluruh dunia namun juga semua umat manusia yang masih memiliki hati nurani, apa yang mereka lakukan telah menciderai kemanusiaan.”

“Terorisme bukan hanya hendak menghabisi Syiah di Pakistan tapi juga hendak merusak kedaulatan Negara Pakistan. Pemerintah Pakistan harus menyadari hal tersebut. Jadi pada hakikatnya terorisme adalah musuh Negara juga, jika tidak dihentikan kedaulatan Negara Pakistan akan terkoyak-koyak suatu masa nanti.” Pesan beliau.

Selanjutnya, guru besar Hauzah Ilmiyah Qom tersebut membeberkan sejarah terbentuknya Wahabi yang menurut beliau adalah bentukan Inggris untuk menghancurkan Islam dari dalam dan sekarang menurutnya Wahabi bukan hanya bekerja untuk kepentingan Inggris namun juga telah menjadi kaki tangan AS.

Beliau dipenghujung ceramahnya membangkitkan rasa solidaritas kaum muslimin dengan menyatakan, “Syiah adalah Syiah, tidak mengenal letak geografis ataupun suku bangsa, yang di Najaf, Masyhad, Syiraz sama dengan yang berada di Queeta Pakistan, tidak ada bedanya, semuanya sama sebagai pecinta Ahlul Bait. Tindakan solidaritas tidak cukup hanya dengan mengecam terorisme namun juga harus ada tindakan bersama yang lebih persuasif dalam skala nasional dan dunia untuk menghentikannya.” (DarutTaqrib/ABNA/sa)

No Response

Leave a reply "Tidak Ada Kebaikan yang Lebih Baik dari Mati Syahid"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.