Hizbullah dan Dokumen WikiLeaks

1 comment 754 views

Saat situs WikiLeaks mempublikasikan sejumlah dokumen rahasia yang mampu menarik perhatian publik dunia, reaksi Hizbullah Lebanon terkait dokumen-dokumen ini cukup menarik perhatian.

Terlebih, ketika sebagian media Lebanon memberitakan bahwa Hizbullah menerima dokumen-dokumen itu.

Menurut laporan IRNA dari Beirut, sekalipun kita menyaksikan ada sikap-sikap yang berbeda terkait publikasi dokumen WikiLeaks, tapi Hizbullah Lebanon menolak dokumen-dokumen yang dipublikasikan situs WikiLeaks secara langsung maupun tidak.

Sayid Hasan Nasrullah, Sekjen Hizbullah dalam pidato terbarunya di malam-malam bulan Muharram mengtakan bahwa dokumen-dokumen yang dipublikasikan WikiLeaks yang berisikan konspirasi sebagian kelompok atas Lebanon dan Hizbullah sebenarnya bagian dari konspirasi itu sendiri dan di masa depan terbongkarnya masalah ini akan semakin jelas.

Sekaitan dengan hal ini, Sheikh Naim Qassem, Wakil Sekjen Hizbullah Lebanon juga berpendapat, “Hizbullah tidak akan bersusah payah untuk menganalisa terkait dokumen-dokumen yang dirilis situs WikiLeaks. Karena menurut kami, dokumen-dokumen itu tidak mengubah situasi yang ada dan tidak memuat informasi baru. Apa yang dimuat dalam dokumen-dokumen itu merupakan hal yang telah kami tegaskan dahulu.

Mohammad Raad, Ketua Fraksi Hizbullah dalam konferensi pers terbarunya secara transparan mengumumkan bahwa Hizbullah tidak akan pernah mempercayai dokumen-dokumen WikiLeaks. Karena kami memiliki dokumen yang lebih banyak dan lebih penting dari apa yang dipublikasikan WikiLeaks.

Di sisi lain, kancah politik Lebanon menyaksikan sikap berbeda dari tokoh-tokoh politik Lebanon. Sebagai contoh, Walid Jumblatt, Ketua Sosialis Progresif Lebanon (PSP) kepada surat kabar al-Safir mengatakan, “Saya tidak menolak dokumen-dokumen yang dirilis WikiLeaks yang memuat sikap saya yang dahulu.”

Sementara itu, Elias al-Murr, Menteri Pertahanan Lebanon saat diwawancarai al-Safir menolak dokumen yang dipublikasikan WikiLeaks dan mengatakan, “Apa yang dipublikasikan WikiLeaks itu bertujuan menciptakan fitnah di kawasan, khususnya Lebanon.”

Republik Islam Iran secara transparan menolak dokumen-dokumen rahasia yang dipublikasikan WikiLeaks dan menilainya tidak memiliki legalitas hukum. Oleh karenanya, dokumen-dokumen yang dipublikasikan situs ini tidak punya nilai untuk dikaji.

Anehnya, media-media pemberitaan Lebanon, termasuk surat kabar al-Mustaqbal dengan analisa yang tidak benar menilai reaksi Hizbullah Lebanon dan Republik Islam Iran berbeda terkait masalah ini. Padahal bila mencermati sejumlah pernyataan para pejabat teras Hizbullah dengan mudah dapat dipastikan betapa Hizbullah menolak pelbagai dokumen yang dipublikasikan WikiLeaks.

Situs WikiLeaks didirikan tahun 2006 oleh Sunshine Press. Setelah melakukan aktivitasnya selama setahun, tiba-tiba situs ini mengumumkan bahwa mereka memiliki arsip sebanyak 1,2 juta dokumen.(daruttaqrib/IRIB/sa)

One Response
  1. author

    asep9 years ago

    Wikileaks, adalah pemicu fitnah dunia dengan tujuan menyembunyikan sumber segala fitnah sesungguhnya; AS, Israel.

    Reply

Leave a reply "Hizbullah dan Dokumen WikiLeaks"

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.